Wah, Ribuan Peserta Tes CPNS Sulsel 2010 Tidak Hadir

By gladwin | December 11, 2010
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di berbagai daerah di Sulawesi Selatan tidak mengikuti ujian seleksi yang digelar secara serentak kemarin. Seleksi CPNS di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak diikuti sekitar 2.130 pendaftar yang tersebar di 14 lokasi ujian. Sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel langsung menggugurkan 2.285 peserta karena absen pada ujian CPNS kemarin. Dari 7.912 peserta CPNS yang mendaftar di Pemprov Sulsel, hanya 5.627 yang hadir.

“Yang tidak hadir ini otomatis langsung gugur,”ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Andi Murny Amien Situru di Makassar,kemarin. Di Wajo,dari 4.056 peserta terdaftar, 716 di antaranya tidak hadir. Absennya ratusan peserta CPNS juga terjadi di Tana Toraja. Dari 1.995 pelamar, hanya diikuti 1.773 peserta atau terdapat 222 orang yang absen. Dari Bone dilaporkan sebanyak 716 peserta absen dari 5.031 pendaftar yang lolos berkas serta di Gowa sebanyak 1.317 dari 6.206 peserta.

Dari pantauan Harian Seputar Indonesia (SINDO) di berbagai daerah, puluhan peserta ditemukan membawa kunci jawaban dan telepon seluler. Bahkan, dua joki CPNS diamankan saat mengikuti ujian di Makassar. Ketua Panitia Penerimaan CPNS Sulsel A Muallim mengatakan, tingginya jumlah peserta yang tidak hadir tersebut kemungkinan karena mereka juga mendaftar di kabupaten/kota lainnya di Sulsel yang juga membuka penerimaan CPNS 2010.

“Banyak yang tidak hadir pada ujian. Dari beberapa lokasi yang saya pantau tadi pagi (kemarin), rata-rata yang tidak hadir itu tiga sampai empat orang setiap kelasnya. Tidak hadir ini diperkirakan mungkin mendaftar di tempat lain,”ujar Muallim yang juga Sekprov Sulsel ini. Kepala BKD Sulsel Andi Murny Amien Situru mengklarifikasi banyaknya temuan kunci jawaban yang beredar melalui pesan singkat. Menurut dia, kunci jawaban itu hanyalah spekulasi yang disebarkan orang-orang tidak bertanggung jawab.

Menurut dia, barang bukti serta kedua peserta CPNS ini telah diserahkan kepada aparat kepolisian untuk diselidiki lebih lanjut. “Sangat kecil kemungkinan kalau yang beredar itu adalah kunci jawaban. Ini hanyalah spekulasi dan tidak benar.Pengamanan soal-soal kita sangat ketat, jadi tidak mungkinlah bisa bocor,”katanya. Usai pelaksanaan ujian CPNS kemarin, Universitas Indonesia (UI) bersama BKD Sulsel langsung melakukan pemusnahan seluruh soal CPNS di Kantor Gubernur Sulsel kemarin.

Pemusnahan ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan bersama. Murny mengatakan, seluruh lembar kerja komputer (LKJ) peserta CPNS, langsung dibawa ke Jakarta dan dilakukan pemeriksaan di Kampus UI. ”Kelulusan CPNS akan kami umumkan pada 20 Desember sesuai rencana awal. Kami akan terbuka dan kepada siapa saja yang ingin melihat rangking nilainya, silakan datang ke BKD,”ujarnya. Kepala BKD Kota Makassar Sittiara mengatakan, pendaftar di formasi Diploma III Keperawatan palingbanyakabsen,yakni470orang.

Disusul jurusan manajemen 365. “Secara otomatis mereka langsung kita gugurkan,” ujarnya. Ira-sapaan akrab Sittiara mengatakan,sebanyak 5.640 pendaftar sudah dinyatakan lolos berkas. Namun, tingginya tingkat ketidakhadiran peserta semakin memudahkan persaingan diantara pendaftar.Dari semua formasi, sebut dia, pendaftar di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Strata Satu,peluang kelulusannya sangat tinggi. Alasannya, kouta yang diterima tahun ini,94 orang.Sementara ikut ujian hanya 142 orang saja.

“Mereka tidak lagi bersaing secara head to head, karena yang hadir itu sedikit. Makanya peluang mereka lulus sangat tinggi bila dibandingkan formasi lainnya,” terang Ira,yang juga mantan aktivis Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulsel. Sekadar diketahui, di penerimaan CPNS 2010, Makassar mendapat kuota 210.Dari jatah itu,tenaga guru paling banyak, yakni 104 orang,yang terdiri 94 lulusan Strata Satu (S1) PGSD, dan 10 orang lulusan Diploma II PGSD.

Sementara tenaga kesehatan, jumlah keseluruhannya yang diterima, 63 orang. Masing-masing, 16 orang untuk dokter umum, 5 apoteker, 10 perawat lulusan S1 Keperawatan, 5 perawat lulusan Diploma III Keperawatan, 20 bidan lulusan Diploma III Kebidanan, 3 Pranata Laboratorium Kesehatan lulusan Dipolma III Kesehatan Masyarakat, serta 4 perawat gigi lulusan Diploma III Gigi.“43 jatah lainnya kita bagi ke tenaga teknis.

Tapi paling banyak dibutuhkan di teknis, yakni verifikator keuangan, sebanyak 12 orang,”tambah Sittiara. Pantauan SINDO di sejumlah lokasi ujian, peserta yang hadir begitu antusias menjawab lembar soal yang dibuat Unhas dan UNM, serta berjalan lancar, meski di pagi hari di beberapa lokasi di warnai aksi perjokian. Sementara itu, dua joki CPNS di Makassar mengaku sebagai mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Alief Wicaksono yang mengaku dari Unair Surabaya, diamankan di SMA Negeri 14 Makassar. Joki lainnya,Sofi Rahmah, mengaku sebagai mahasiswa Mipa semester 7,ITB.Dia diamankan di SMK Negeri 8 Makassar. Aksi Alief tercium pengawas CPNS setelah identitasnya diperiksa saat hendak memasuki ruangan tempat ujian. Alief datang terlambat beberapa menit dari jadwal yang ditentukan.Alief akan menggantikan peserta CPNS yang lolos berkas atas nama Markis Lebang,pelamar di formasi pengawas ketenagakerjaan.

“Joki asal Surabaya itu telat dan saat ditanya pengawas ruangan, dia tidak mengetahui ruangannya. Petugas yang melihat ada ketidakberesan, kemudian memeriksa identitasnya dan langsung ketahuan,”ujar Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, yang datang langsung ke lokasi melakukan interogasi. Alief mengaku terbiasa menjalankan praktik perjokian tersebut. Kali ini,dia mendapatkan pesanan khusus temannya di Surabaya,yang merupakan jaringan langsung dengan sindikat yang ada di Makassar.

“Saya disuruh sama teman di Surabaya. Semua biaya transportasi udara, darat, dan hotel, sudah disiapkan,” katanya sebelum diamankan aparat kepolisian. Menurut dia, bila aksinya berjalan sukses, dia akan menerima bayaran hingga Rp10 juta di luar biaya akomodasi dan transportasi. Dia mengaku, aksinya tidak dijalankan sendirian. Beberapa rekannya menjadi joki di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model di Jalan AP Pettarani, Makassar, satu di Kabupaten Maros, dan satu lagi di SD IKIP Makassar.

Aksi Sofi Rahmah nyaris tidak diketahui pengawas.Hanya,perempuan ini salah menuliskan identitas pada laporan berita acara sehingga pengawas mencurigainya. Identitas di lembar jawaban dengan lembar berita acara terjadi perbedaan. Pelaku menuliskan nama Yusnina Yunus, yang seharusnya Yusnita Yunus, sesuai nama peserta yang digantikannya itu. Dari kartu ujian yang diamankan pengawas ujian, Yusnita Yunus yang diketahui beralamat di Jalan Mongisidi Makassar ini, mendaftar dengan formasi apoteker.“

Saya baru pertama kali melakukannya karena saya juga hanya diperintah paman,”katanya. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) yang menaungi Departemen Sastra Inggris Unair, Aribowo, mengaku sudah mendengar ada mahasiswanya yang diduga menjadi joki CPNS di Makassar. Setelah mendengar kabar tersebut, pihaknya langsung menginventarisasi data nama Alif Wicaksono. Sayang, sore kemarin, petugas tata usaha (TU) sudah pulang, alhasil inventarisasi belum dapat dilakukan.

“Kalau memang terbukti bersalah, kami siap menjatuhkan sanksi dan mengeluarkannya dari kampus,”tandasnya. Wakil Rektor ITB Bidang Informasi Komunikasi dan Kerja Sama Hasanuddin Zainal Abidin sudah menerima informasi adanya joki PNS yang membawa nama institusinya. Kendati demikian, pihaknya belum mendapatkan informasi detail, termasuk identitas joki tersebut.Rektorat ITB terlebih dahulu akan menelusuri kebenaran informasi tersebut.“Bisa jadi yang bersangkutan mengaku sebagai mahasiswa ITB.

Jadi, kami tidak akan lantas percaya dengan informasi yang beredar.Semua orang bisa mengaku sebagai mahasiswa ITB.Kami akan koordinasi terlebih dulu,” ujar Hasanuddin kepada SINDO tadi malam. Rencananya,hari ini pihaknya akan mulai menelusuri identitas joki yang beraksi di Makassar tersebut. Namun, Hasanuddin menolak berkomentar lebih jauh terkait kasus ini, termasuk tindakan dari rektorat ITB. “Kita lihat saja hasil penelusuran nanti, baru kami akan melakukan tindakan,”pungkasnya.

Lima peserta CPNS di Bone diamankan saat mengikuti ujian karena ketahuan membawa kunci jawaban dari ponsel dan kertas yang bertuliskan alphabet (A sampai D).Satu di antaranya diduga joki CPNS, Jusniati, menggantikan kakaknya,Hasniati. Pengawas ujian CPNS Wajo menemukan tiga peserta membawa ponsel yang diduga berisi kunci jawaban. Ketiganya Dewi Aryanti, Sugianti, dan Ramlah.

“Dewi hanya diinterogasi untuk diambil keterangannya sebagai tindak lanjut untuk menelusuri siapa yang memberi bocoran, sementara dua orang lainnya belum kami mintai keterangan,” ungkap Kabag Ops Polres Wajo Kompol Zainal Bustar. Dari Maros, pengawas ujian CPNS menemukan seorang peserta membawa kunci jawaban, Tri Yudianto. Setelah dilaporkan kepada pengawas, pria kelahiran Bone itu digiring ke Polres Maros untuk ditindaklanjuti. Sumber : Makassar terkini

WhatsAppShare