Waduh, CPNS Kubu Raya 2010 Terancam Batal

By gladwin | April 16, 2011
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Nasib Calon Pegawai Negeri Sipil  (CPNS) Kubu Raya yang dinyatakan lulus, akhir tahun 2010 kemarin, tak semulus seperti di 13 kabupaten/kota  dan provinsi di Kalbar. Mereka terancam dibatalkan kelulusannya. Sinyalemen itu menguat setelah Badan Kepegawaian Negara (BKN)  mengeluarkan rekomendasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Reformasi Birokrasi.

Rekomendasi ada dua opsi. Pertama, CPNS yang dinyatakan lulus hanya 24 orang, dan opsi kedua, karena yang lulus tidak sesuai dengan diharapkan, akan dilakukan tes ulang. ”Saya tidak mengetahui alasannya karena ini dari pemerintah pusat,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalbar Robertus Isdius, Jumat (15/4) sore saat dikonfirmasi Pontianak Post, menjelaskan rekomendasi dari BKN.  Menurut, Robertus pemprov hanya menunggu keputusan dari rekomendasi tersebut.

”Karena persoalannya di pusat. Jika dilihat dari dua opsi yang diberikan BKN kepada Menpan, akan ada yang dibatalkan. Tetapi masih rekomendasi. Kami hanya menunggu saja keputusan Menpan dari rekomendasi tersebut. Berapa lama keputusan Menpan, kami juga tidak tahu. Tetapi diperkirakan minggu depan sudah ada keputusannya,” ungkapnya.

Robertus mengungkapkan Pemprov Kalbar mengetahui opsi yang diajukan BKN ke Menpan melalui surat yang ditembuskan kepada Gubernur. Selain Gubernur, dalam surat juga tertulis ditembuskan kepada Bupati Kubu Raya. ”Itu baru rekomendasi BKN ke Menpan. Keputusannya apakah opsi pertama atau kedua, tergantung dari Menpan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, BKD Kabupaten Kubu Raya mengakui sudah menerima surat rekomendasi yang dikeluarkan BKN terkait CPNS tahun 2010/2011. “Pada dasarnya, kita tidak pernah melakukan kecurangan. Tidak ada dasar secara subtansial untuk melakukan pembatalan,” kata M. Noh Syaiman, Kepala BKD Kubu Raya, Jumat (15/4).

Menurut dia Pemkab Kubu Raya sudah transparan sekali mengenai proses penerimaan CPNS Kubu Raya. Apalagi surat rekomendasi yang dikeluarkan baru sebatas rekomendasi BKN dan tidak bersifat final. “Ini masih dibahas mengenai surat rekomendasi. Apalagi, persoalannya tak satu katapun menyebut persoalan kecurangan,” ungkapnya.

Ia juga terus mengkritisi keanehan kalimat persoalan koordinasi yang dipermasalahkan. Padahal waktu itu ketika ujian berlangsung ada orang BKN datang. Pertanyaannya kenapa haruslah  menunggu sesudah ujian berlangsung. Ini seperti ada yang sengaja mempersoalkan CPNS Kubu Raya. ”Kenapa tidak pada waktu ujian supaya diketahui dan ada  kerjasama untuk melakukan pembetulan. Kenapa tidak pada saat itu. Itu berarti ada pembiaraan,” ucap dia.

Noh menambahkan, dalam surat rekomendasi BKN tidak ada satu katapun kalimat kecurangan. Persoalannya hanya administrasi. Namun sepertinya mengorbankan  yang besar, terkecuali LJK (Lembar Jawaban Kerja ) ditukar. ”Jadi, pada dasarnya tidak ada dasar untuk membatalkan CPNS Kubu Raya,” ungkapnya. “Dan ini belum keputusan final, karena yang memutuskan Menpan dan kita akan menunggu,” timpal dia.

Dia menerangkan pembatalan dilakukan kalau terjadi kecurangan luar biasa seperti di daerah Sulawesi. Di Kubu Raya seluruhnya transparan. Peserta lulus dan tidak, untuk nilai skornya diumumkan.”Poin atau scoring juga diumumkan terbuka,” ungkapnya.

Karena itu, sambung Nuh, persoalan sebetulnya sudah terlalu jauh dan perlebihan. Persoalan CPNS Kubu Raya disikapi sangat tendensius. “Kita berharap jangan sampai persoalan rekomendasi mengorbakan kepentingan publik. Dalam hal ini peserta lulus memiliki hak memperoleh NIP,” katanya.Selain itu, Noh juga mempertanyakan surat rekomendasi masalah tanda tangan LJK ikut dipermasalahkan. Kalau dilihat, itu hanya administrasi dan dapat diselesaikan dengan administrasi. Katanya di LJK tidak ada tanda tangan. Ini hanya subtansial.

Dasar LJK tidak bertandatangan peserta, sambungnya, karena kolomnya tidak ada. Apalagi peserta karena sudah  menandatangani daftar hadir atau daftar absen. Terlebih tidak ada satupun disebutkan kata curang dalam persoalan tersebut.Namun,  katanya,  yang penting sebelumnya peserta ditest semua. Bahkan ketika di Jakarta,  ke BKN para saksi, inspektorat, BKD dan seluruhnya menerima,  bahkan discan ulang. Jumlah peserta ikut bahkan benar. “Kita juga binggung kenapa berlebihan seperti ini. Kasihan kalau Peserta lulus mau dikorbankan,” terang dia kembali.

Sementara itu, salah seorang CPNS yang enggan disebutkan namanya tak dapat berkomentar banyak ketika ditanya mengenai opsi tersebut. ”Bingung juga dengan keputusan itu. Saya pribadi masuk murni. Tetapi saya akan tunggu keputusan resminya,” ujar lulusan sebuah perguruan tinggi di Pulau Jawa ini.Ia menambahkan selama ini dirinya terus menunggu kepastian nasib berkaitan dengan CPNS Kubu Raya. ”Selama ini terkatung-katung juga. Kalau hanya ada dua opsi itu, saya bingung mau ngomong apa,” katanya.

Sebelumnya diketahui ada yang tidak prosedur dalam hal penerimaan CPNS KKR, antara aturan yang disampaikan BKN pusat. Sebagian tidak dilaksanakan oleh KKR sehingga BKN kros cek di lapangan. Akibatnya CPNS KKR terkendala di NIK di kantor regional V BKN. Asisten Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Siti Nurhayati menyatakan penerimaan CPNS di Kubu Raya bermasalah (Pontianak Post, Jumat 25 Maret 2011). Menurutnya, tak hanya Kubu Raya, di Indonesia terdapat 47 kabupaten dan kota pada 11 provinsi di Indonesia yang penerimaan CPNS bermasalah. Bahkan, pada tiga daerah dilakukan tes ulang. ”Ada beberapa masih dalam proses evaluasi,” katanya.  Ref : (uni/den) -pontianak post

WhatsAppShare