Ternyata Kabupaten Sidoarjo Masih Banyak Kekurangan Dokter

By gladwin | February 24, 2011
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Kabupaten Sidoarjo kekurangan dokter terutama yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Total jumlah dokter di Sidoarjo sebanyak 102 orang, sehingga masih dibutuhkan sekitar 80 orang dokter.

Para dokter ini bekerja di 26 Puskesmas di Sidoarjo yang tersebar di sejumlah daerah. “Jumlah dokter tak ideal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Ika harnasti, Rabu (23/2).

Dokter tersebut terdiri atas 78 berstatus pegawai negeri sipil dan 14 pegawai tak tetap. Idealnya, kata Ika, Puskesmas kecil ditangani 3 dokter, Puskesmas sedang mempekerjakan 5 dokter dan Puskesmas besar dengan ruang rawat inap ditangani 8 dokter. Sedangkan, rekrutmen dokter selama ini minim dan jauh dari kebutuhan.

Setiap tahun, katanya, tenaga dokter yang berstatus pegawai tidak tetap hanya terikat kontrak selama tiga tahun. Selanjutnya, kontrak diperbarui setiap tahun sedangkan untuk diangkat sebagai PNS harus mengikuti tes sesuai prosedur rekrutmen PNS. Total anggaran untuk membayar honor dokter tidak tetap setiap tahun mencapai Rp 462 juta.

Ia berharap pemerintah menambah rekrutmen dokter pada tahun ini. Tahun lalu,  rekrutmen calon pegawai negeri sipil dari tenaga medis hanya 10 orang. Akibatnya, pelayanan kesehatan di Puskesmas terganggu dan tak maksimal. Bahkan, setiap hari pasien harus antre panjang untuk mendapatkan layanan kesehatan. Lantaran, jumlah dokter tak sebanding dengan jumlah pasien yang berobat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sidoarjo Sri Winarsih menjelaskan, rekrutmen tenaga medis dan dokter disesuaikan dengan pengajuan Dinas Kesehatan. Kuota rekrutmen PNS, katanya, disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, kebutuhan dokter terus bertambah seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. “Kebutuhan dokter terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga membuka kesempatan bagi dokter muda untuk mengabdikan diri sebagai dokter berstatus tenaga tidak tetap. Pertambahan dokter tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan melalui proses seleksi yang ketat. Sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan pegawai tidak tetap maksimal tiga tahun.Ref : EKO WIDIANTO-tempo interaktif

WhatsAppShare