Ternyata Joki CPNS Makassar Berasal Dari Surabaya

By gladwin | December 11, 2010
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Panitia Pengawas Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Makassar Sulsel, menangkap Arief Wicaksono saat hendak menjoki seorang peserta seleksi CPNS, Jumat (10/12). Arief mengaku datang berenam dari Surabaya untuk melayani perjokian di Makassar dan Kabupaten Maros.

Menurut salah satu pengawas seleksi di SMAN 14 Makassar, Arief datang pukul 08.00 WITA, meski ujian tulis resmi dimulai pukul 07.00 WITA. Usman heran melihat satu peserta datang dengan rambut acak-acakan. “Saya bertanya, ruangan kamu di mana. Dia (Arief) menjawab di ruang 7, lalu diralat lagi di ruang 9,” kata kata Usman.

Usman curiga, lalu mengikuti Arief yang menuju ruang 9. Namun ketika Khusaimah, pengawas ruang, memeriksa kartu ujian, ia melihat perbedaan wajah asli dengan foto di kartu itu. “Lalu, dia saya serahkan ke pengawas, Pak Munandar,” kata Khusaimah.

Ketika diminta Munandar menunjukkan KTP dan SIM, Arief tidak bisa. Demikian juga ketika ditanya alamatnya, Arief mengaku lupa. Di situlah Arief terpojok. Ia pun mengaku datang dari Surabaya dan menggantikan peserta bernama Markies Lebang dengan nomor peserta 71302970.

“Dia mengaku bersama enam orang rekannya dari Surabaya, baru tiba tadi subuh, tetapi ia mengaku tak tahu teman-temannya menyebar ke mana,” kata Munandar.

Namun dalam perbincangan dengan Ilham Arief Sirajuddin, Wali Kota Makassar, di ruang kasek, Arief mengaku sebagai mahasiswa Sastra Inggris Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Ia juga mengaku baru mendarat di Bandara Sultan Hasasnuddin Jumat pagi bersama lima temannya sesama joki CPNS. Menggunakan empat mobil, sebagian beroperasi di Makassar, sebagian ke Maros. “Semuanya menyebar pak, ada di tempat lain, seperti di MAN Model, SD IIKIP dan lainnya,” ungkap Arief sambil menangis.

Kepada Ilham, Arief mengaku mendapat imbalan hingga Rp 10 juta, jika bisa menjawab soal dan kliennya lolos. Itu tidak termasuk biaya transportasi dan penginapan. Uang itu, diakuinya untuk membiayai kuliahnya.

Ilham mengatakan, menyerahkan kasus perjokian CPNS tersebut ke kepolisian untuk mengusutnya. “Kita akan serahkan ke proses hukum dan akan diteruskan juga ke institusi yang bersangkutan,” kata Ilham.

Ilham menduga ada jaringan joki, setelah memeriksa dua ponsel Arief. Saat Ilham mencoba mengirimkan pesan singkat ke beberapa nomor di ponsel itu, ada jawaban yang mengarah ke dugaan itu.

Arief juga mengaku sudah terbiasa mendapat order joki. Ia mengaku mendapatkan pekerjaan itu dari temannya di Surabaya yang punya jaringan dengan sindikat di Makassar. “Saya dapat pesan dari teman di Surabaya bersama rekan yang lebih dulu tiba di Makassar dan semua biaya transportasi dan hotel sudah disiapkan,” katanya.

Selain Arief, ditangkap juga seorang joki CPNS perempuan, Sofi Rahmah (21), yang mengaku sebagai mahasiswa dari Surabaya. Kepala Inspektorat Kota Makassar, Hamsiar, mengatakan, praktik joki yang ditemukan itu berkat kecekatan petugas pengawas ujian setelah mencocokkan lembar jawaban dengan lembar berita acara.

“Saya perlu memberikan apresiasi kepada petugas karena dengan kecekatannya, ditemukanlah seorang mahasiswi asal Bandung, Jawa Barat, yang menjadi joki ujian CPNS,” ujarnya.

Sofi tertangkap karena kecerobohannya sendiri dan kecermatan pengawas. Dalam lembar berita acara, Sofie menuliskan nama kliennya Yusnina Yunus, padahal seharusnya Yusnita Yunus. “Saya baru pertama kali melakukannya karena saya juga hanya diperintah oleh paman saya,” katanya kepada pengawas ruangan serta Inspektorat Makassar. Sofie pun digelandang ke Mapolrestabes Makassar.

Unair gempar

Akibat kabar dari Makassar itu, Unair gempar. Direktur Kemahasiswaan Unair Imam Mustofa langsung mengusut. Ia pun bertanya kepada Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Aribowo. “Ini saya sedang memastikan kebenaran datanya. Apa benar, mahasiswa kita memang terlibat dalam joki tes CPNS di Makassar. Beritanya memang sudah ramai. Kami sedang ngecek di data base mahasiswa,” kata Aribowo menjawab pertanyaan Imam Mustofa, Jumat (10/12).

Terjadi komunikasi relatif lama di antara keduanya. Ini terlihat saat Surya berkunjung untuk meminta konfirmasi langsung ke kampus tersebut. Pihak kampus pun langsung menunjukkan data base di dalam komputer. Seluruh mahasiswa sesuai fakultas, jurusan, atau tahun angkatan pun dicari.

Pencarian ini dilakukan di Ruang Unit Informasi di FIB. Melalui ruang ini, satu unit komputer difokuskan pencarian pada nama Alief Wicaksono. “Sesuai data di komputer, tidak ada nama Arif seperti yang dimaksud. Begitu juga nama Alief Wicaksono. Yang ada Arief Wicaksono, tetapi bukan anak Bahasa Inggris, tapi Sejarah,” jelas Aribowo.

Demikian pula ketika dicari nama Sofi Rahmah, tidak ditemukan di data base mahasiswa Unair.

Sementara itu, beberapa mahasiswa jurusan Sastra maupun Bahasa Inggris (D3) saat ditemui Surya mengaku tidak ada temannya yang bernama Arif Wicaksono. Tantri, mahasiswi semester 5 Sastra Inggris saat ditemui tidak ada nama itu. Yang ada adalah Alifiah. Begitu juga Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Hendri, juga tidak ada nama itu.

Sementara Ainur Rohmah, mahasiswa Jurusan Sejarah semester 5 saat ditemui Surya mengakui bahwa ada temannya yang bernama Arief Wicaksono. “Tapi tadi saya masih lihat dia (Arief Wicaksono) di ruang kuliah. Ini kalau mau menghubungi ada nomor HP-nya,” kata Ainur. Namun nomor Arief yang disodorkan Ainur tak bisa dihubungi.n ti/ini/ant/fai-surya

WhatsAppShare