Home » Berita CPNS » Terbongkar, Mafia Penipu CPNS

Terbongkar, Mafia Penipu CPNS

Share
BERITA PENTING !
Mulai Tahun 2014, Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Apakah Anda sudah mengenal bagaimana itu ujian CAT CPNS..?
Anda bisa mencoba Latihan Ujian CAT CPNS dengan program CAT di bawah ini.
Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Info lengkapnya silakan Klik Disini >>

Komplotan penipu para peminat calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali dibongkar Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya. Mafia pimpinan Surya Aminudin (30) ini berskala nasional.

Aminudin, warga Kompleks Taman Palem 27, Kelurahan Sukatari, Kecamatan Bogor Timur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diperkirakan sudah makan korban lebih 1.000 orang. Di Surabaya sendiri sebanyak 47 orang korbannya. Di Jakarta sebanyak 202 orang, Lampung 38 orang, Cianjur 4 orang, dan Sukabumi 19 orang.

Selain menipu CPNS, jaringan ini juga menyaru anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (SPMH) untuk memeras pejabat dan mulai beroperasi sejak 2009 hingga 2010. Uang yang dikeruk selama setahun sudah mencapai Rp 8,5 miliar. Uang yang dikemas dalam koper dan disembunyikan di rumah Aminudin itu kini disita polisi.

“Ini belum termasuk dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan provinsi lain,” tutur Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Drs Coki Manurung didampingi Kasat Reskrim AKBP Anom Wibowo, Senin (13/12).

Mafia ini dibongkar tim gabungan Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Detasemen Intelijen Kodam V/ Brawijaya. Tim ini menangkap Slamet Riyadi, warga Jl Kebun Nanas Utara, RT 04/RW 07, Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, di depan Hotel Fortuna di Jl Darmokali, 3 Desember lalu.

Saat itu, Slamet kelayapan di sekitar Surabaya mengenakan atribut istana negara dan SPMH, serta membawa puluhan dokumen SPMH yang ternyata palsu. “Saat ditanya, Slamet menggertak, akan melapor ke Denny Indrayana, sekretaris Satgas dan staf ahli presiden,” ujar Coki.

Coki lalu menugaskan Kanit Jatanum AKP Arbaridi Jumhur dan Kasubnit VC Ipda Iwan Hari Poerwanto mengungkap siapa Slamet sebenarnya. Ternyata Slamet punya kaki tangan di Surabaya dan sekitarnya yang menipu CPNS di Pemprov Jatim dan kabupaten/kota se-Jatim. Dari Slamet pula-lah, nama Surya Aminudin muncul.

Di Surabaya, Slamet memikat 47 korban dengan harga Rp 40 juta – Rp 110 juta, tergantung instansi yang diinginkan.

“Janji Slamet, memasukkan ke segala instansi mulai Depkumham, dinsos, dinkes, dan lainnya. Bahkan korban boleh memilih kotanya,” kata Coki.

Kaki tangan Slamet pun dicokok, yaitu Nyoman Suprapti (52), seorang PNS di Polda Jatim. Sebelumnya, Nyoman berhubungan dengan Slamet melalui Abah Ureng, ahli pengobatan alternatif dari Porong Sidoarjo. “Sosok ini membawa uang korban Rp 300 juta. Dia masih kami cari,” imbuh Coki.

Nyoman mengincar orang-orang gagal seleksi CPNS tahun sebelumnya. Berkas milik korban diminta dan dijanjikan masuk periode Januari 2011.

Dari situ polisi memburu si ketua mafia, Surya Aminudin. Dikirimlah satu tim pimpinan Ipda Iwan Hari Poerwanto ke Bogor. Di sana mereka hanya bertemu satu dari dua istri Aminudin dan diberitahu target ada di Jakarta.

“Posisinya waktu itu di Semanggi. Awalnya sulit ditemui karena dia mengaku mau bertemu Wapres Boediono. Saat kami tangkap Aminudin bersama istrinya. Kami pura-pura minta tolong terkait CPNS,” tegasnya.

Aminudin pernah menjadi pegawai kesayangan pejabat BKN di Bogor. Itulah yang dia manfaatkan untuk menipu dan membangun jaringan. Jaringannya bukan kelas teri. Di Jakarta Selatan, ada Suroso yang mengumpulkan Rp 2 miliar dari 200 korban, Joko (Jakarta) mendapat Rp 30 juta dari 2 korban, Mustaman (Lampung) menyetor Rp 40 juta dari 6 korban, Tejuri (Lampung) mendapatkan Rp 50 juta dari 34 korban dan Sarip (Sukabumi) menipu 19 orang dan meraup Rp 40 juta.

Di Sumatera Utara, jaringan Aminudin digawangi oleh Suwarno (48). Tersangka Suwarno ditangkap petugas Polrestabes Medan. Suwarno menyaru satgas SPMH dan menipu para pejabat PTPN dan BPN setempat. Slamet sendiri telah menyetor Rp 750 juta ke Aminudin.k2/mif-Surya

Share
soal tes cpns 2014