Suasana Tes CPNS Jambi, Ada Yang Pungsan

By gladwin | December 8, 2010
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Panitia dan ratusan peserta tes tertulis CPNS di Lapangan KONI Muarabulian, Kabupaten Batanghari dibuat kaget. Penyebabnya, Rapiqa Sari, salah seorang peserta tes dari formasi guru tiba-tiba saja ambruk menjelang berakhirnya waktu tes. Dia tak sadarkan diri. Panitia pun langsung membopong Rapiqa ke salah satu ruangan yang ada di lapangan tersebut.

Saat sadar, kepada Jambi Independent, Rapiqa mengatakan tidak kuat menahan panasnya matahari saat ujian berlangsung. “Padahal, saya sudah sarapan tadi pagi,” ujarnya dengan suara lemah. Untungnya, Rapiqa sudah selesai mengerjakan soal yang diujikan.

Selain di Lapangan KONI, tes tertulis CPNS juga digelar di sejumlah sekolah dan Gedung Pemuda Muarabulian. Namun, berbeda dengan sekolah dan Gedung Pemuda yang tesnya berlangsung di ruang tertutup dan teduh, di Lapangan KONI, tes berlangsung di bawah terik matahari. Sebab, lokasi ujian di tribun Lapangan KONI tersebut agak menghadap ke arah Timur. Akibatnya, sinar matahari mengenai para peserta ujian, terutama mereka yang duduk di bagian depan. Peserta terlihat gelisah. Sebagian peserta lalu pindah tempat. Lainnya, menggunakan payung untuk berteduh dan mengenakan kacamata.

Sementara, Kepala BKD Batanghari Ariansyah, mengatakan, meskipun di Lapangan KONI sinar matahari sempat mengenai sejumlah peserta yang sedang mengikuti ujian, namun hal itu tidak mengganggu pelaksanaan ujian di tempat itu. “Asalkan tidak hujan. tidak apa-apa,” ujar Ariansyah saat meninjau lokasi ujian.

Lokasi Pindah, Peserta Kecewa

Tes tertulis yang dilakukan serentak kemarin, membuat sejumlah kursi kosong. Kondisi ini terjadi di seluruh daerah Se-Provinsi yang menggelar tes tersebut.

Untuk Provinsi Jambi, tes dilaksanakan di 42 tempat. Kemarin, para peserta yang berasal dari luar daerah atau Provinsi Jambi tampak kesulitan mencari lokasi tes.

Sementara, untuk ujian CPNS yang awalnya akan digelar di Taman Budaya Jambi dipindah ke SMAN 5 Kota Jambi. Sebagian peserta yang tidak tahu soal kepindahan lokasi tes itu terlihat kecewa. “Kami datang yang ada malah orang resepsi pernikahan di Taman Budaya, dan ada pengumunan kalau lokasi ujian dipindahkan ke SMA 5,” ujar Rya kecewa yang sedikit terlambat datang ujian. Dia mengatakan, dari awal, pihak BKD sudah karut marut menyelanggarakan penerimaan CPNS. “Ini salah satunya,” ujarnya kesal.

Di GOR Kotabaru Jambi, ujian dimulai sekitar pukul 08.00 dengan serah terima soal dari pihak ITB ke Sekda Provinsi Jambi AM Firdaus. Acara ini juga disaksikan anggota DPRD Provinsi jambi. Dalam serah terima ini dilakukan pembukaan segel kardus oleh Sekda Provinsi Jambi disaksikan semua yang hadir.

Pantauan Jambi Independent, secara umum, pelaksanaan tes berjalan lancar dan aman. Hanya memang beberapa kursi terlihat kosong. Pahari, Penaggungjawab Materi Soal CPNS mengatakan peserta yang tidak hadir dalam ujain tes CPNS untuk Pemprov Jambi sebanyak 2.784 pelamar. “Dari 18.548 orang pelamar lulus tes administri hanya 15.764 pelamar yang ikut ujian,” ujarnya.

Alasan pelamar tidak ikut ujian, katanya, karena para pelamar banyak yang mengikuti tes di dua tempat, sehingga meraka memilih salah satunya.

Untuk pengiriman Lembar Jawaban Kerja (LJK), pihaknya menunggu dari semua kabupaten yang melaksanakan tes yang sama. “Setelah itu besok pagi dikirim ke pihak ITB,” ujarnya kemarin.

Di Muarojambi, dari 6.186 peserta tes CPNS yang lulus administrasi, hanya sepuluh persen yang ikut ujian tertulis. Hal ini dikatakan Kabid Pengadaan dan Pensiunan BKD Muarojambi, Havid.

Hasil pantauan di lapangan, penyelenggaraan ujian CPNS di Muarojambi berjalan lancar. Tidak terjadi kekurangan lembaran soal maupun lembar jawaban. Isu-isu adanya kebocoran soal juga tidak ada terdengar sepanjang pelaksaan ujian tertulis berlangsung.

Havid mengatakan distribusi soal ujian dilaksanakan tepat waktu. Sehingga, proses ujian bisa berlangsung pukul 08.00. “Hampir tidak ada masalah. Semuanya lancar-lancar saja,” ujarnya.

Hasil ujian para peserta maupun lembaran soal dikatakan havid sudah dibawa ke provinsi. Selanjutnya, lembar jawaban akan dikirimkan ke panitia pusat untuk dikoreksi.

Di sisi lain, saat ujian berlangsung, Bupati Muarojambi Burhannudin Mahir memantau pelaksanaan ujian. Lokasi ujian yang dikunjunginya yakni Balirung Unja Mendalo dan Auditorium IAIN STS Jambi.

Bupati menyampaikan agar para peserta mengisi biodata dengan benar dan menjawab soal dengan baik. Peserta juga diingatkan bupati supaya tidak mudah percaya dengan calo yang mengiming-iming untuk lulus sebagai PNS. “Kalau ada calo yang mengaku bisa mengurus, jangan dipercaya. Itu tidak benar. Kalau anda memiliki nilai tinggi, insya Allah, anda akan lulus,” katanya.

Pernyataan bupati tersbut ternyata tidak serta merta dipercaya peserta. Para peserta tetap saja meragukan kemurnian tes PNS kali ini. “Manolah mungkin murni. Rahasia umumlah tu. Saya ikut siapa tahu bae nasib,” kata Eroy Santoni, lulusan Fakultas Hukum Unja ini.

Di Merangin, sebanyak 502 peserta tes tidak ikut tes  dari 2.220 peserta tes yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Kepala BKD Merangin Suhaibi didampingi Kabid Mutasi dan Jabatan Satria Efendi mengatakan, peserta yang ikut tes sebanyak 1.718 orang. Secara rini,  646 peserta dari Diploma II dan III, sedangkan SI sebanyak 1.072 peserta.

Apakah ada ditemukan joki? Suhaibi menegaskan, sampai berakhirnya pelaksanaan tes CPNS, tidak satu pun laporan dari pengawas ujian ditemukan adanya joki. ”Semua berjalan sesuai prosedur yang telah ditentukan. Bahkan saat pembukaan berkas soal dan pembakaran soal, dilakukan secara bersama dengan disaksikan aparat dan pihak terkait. Ini dilakukan guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan terjadi,” ujanya.

Kapolres Merangin AKBP V Bagas Uji Nugroho melalui Kabag Ops Kompol Dadang, mengatakan pelaksanaan tes CPNS Merangin berlangsung aman, lancar, dan tertib. ”Joki dalam pelaksanaan tes, sama sekali tidak ditemukan,” ujarnya.

Di Kabupaten Bungo, peserta yang ikut ujian hanya 3.642 peserta dari 4.865 peserta yang mengambil nomor ujian.

Seperti di daerah lain, setiap tempat ujian, beberapa ruangan tampak kosong. Seperti di SMP 1 Muarabungo, tampak banyak kekosongan bangku. Jurusan S-1 Komputer mendominasi absen di daftar hadir yang dipegang pengawas.

Sementara itu, di SMA 4 Muarabungo juga tampak beberapa kekosongan bangku di beberapa ruang ujian, jurusan Kebidanan juga menjadi salah satu jurusan yang banyak absen di daftar hadir. Kabag Mutasi dan Kepegawaian BKD Bungo Hasan mengaku banyak peserta yang tidak hadir.

Di Sarolangun, 1.120 pelamar tidak mengikuti ujian tertulis, meski mereka sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi. Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Derah (BKPPD) Kabupaten Sarolangun, Sudirman, di sela-sela pemusnahan soal ujian penerimaan CPNSD sore kemarin, mengatakan, dari 3.949 pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, terdapat 1.120 pelamar tidak jadi mengikuti ujian tertulis. “Kemunginkan mereka juga lulus bahan di kabupaten lain,” ujarnya.

Sudirman didampingi Arsyad, Sekretaris BKPPD, mengatakan, total jumlah perserta yang mengikuti ujian hanya 2829 pelamar saja.

Sementara untuk 1.120 pelamar yang tidak mengikuti ujian tertulis, menurut Sudirman, 669 orangnya merupakan pelamar berijazah S1, kemudian 320 orang pelamar berijazah diploma. Sedangkan pelamar SMK yang tidak mengikuti ujian tertulis sebanyak 131 orang. “Mereka dipastikan langsung gugur untuk menjadi CPNSD,” kata Sudirman.

Secara terpisah, Sekda Sarolangun Basyari, ditanya mengenai proses pelaksanaan ujian tertulis yang sempat sedikit molor sekitar satu jam, mengatakan, tidak menjadi persoalan, karena keterlambatan tersebut karena adanya acara seremonial penyerahan soal ujian di Universitas Sarolangun. “Yang penting peserta tidak dirugikan, karena waktu untuk menjawab ujian tetap selama dua jam sesuai ketentuan,” ujarnya.

Dari pantauan Jambi Independent, proses pelaksanaan ujian penerimaan CPNSD Sarolangun, dimulai dengan acara seremonial serah terima soal ujian dari pihak kepolisian di Universitas Sarolangun sekitar pukul 08.00. Kemudian ujian tertulis dimulai pukul 09.00. Setelah ujian selesai soal dan LJK dibawa ke BKD Sarolangun untuk direkapitulasi. Selajutnya sekitar pukul 17.30, diadakan serah terima LJK kepada panitia dari ITB disaksikan kepolisian dan LSM, kemudian dilanjutkan dengan acara pemusnahan soal ujian di halaman kantor BKPPD Sarolangun.

Sementara, ratusan pelamar CPNS di Kota Sungaipenuh dan Kerinci tidak mengikuti ujian seleksi CPNS yang dilakukan kemarin. “Rata-rata di setiap lokal pelaksanaan Ujian, terdapat 4 sampai 5 peserta yang tidak hadir,’’ ujar Wali Kota Sungaipenuh, Akmal Thaib, didampingi Sekda Sungaipenuh, Arfensa salam, saat meninjau ujian seleksi CPNS di Kota Sungaipenuh.

Hal tersebut menurut Walikota tidak bisa diatasi dan dilakukan tindakan. Pasalnya, ketidakhadiran pelamar  merupakan hak dari para pelamar itu sendiri. ‘’Yang banyak tidak hadir di ujian ini juga bukan warga kota Sungaipenuh, melainkan warga Dari luar Kota,’’ujarnya.

Dari Kabupaten Tanjab Barat dilaporkan, ratusan peserta ujian CPNS juga tidak hadir. “Total jumlah pasti peserta ujian CPNSD yang tidak hadir masih kami rekap, sementara diperkirakan jumlahnya mencapai 1.000 peserta. Mereka yang tidak mengikuti test ini secara otomatis dinyatakan gugur,” ujar Kepala BKD Tanjab Barat, Amirul Mukminin kepada sejumlah wartawan di sela-sela prosesi pembakaran soal ujian di Gedung Diklat, kemarin.(tim)-jambi independen

WhatsAppShare