Seleksi Tes CPNS Kudus Tahun 2011 Diusulkan Mandiri

By gladwin | January 5, 2011
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus mengusulkan Pemkab untuk dapat menyelenggarakan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara mandiri pada 2011.

Ketua Komisi A DPRD yang membidangi pemerintahan, Budiyono mengatakan, anggaran untuk pelaksanaan test CPNS mandiri telah disiapkan. ”APBD 2011 menganggarkan Rp 175 juta untuk pelaksanaan test CPNS mandiri. Jumlah itu dimungkinkan akan ditambah lagi pada APBD Perubahan 2011, bisa jadi besarannya mencapai Rp 1,5 miliar,” ujar Budiyono, Rabu (5/11).

Ia menambahkan, pelaksanaan test CPNS secara mandiri dianggap lebih tepat dibandingkan mengikuti pemerintah provinsi. Sebab, menurut Budiyono, Pemkab dapat secara langsung mengamati proses pelaksanaannya.

Terpisah, Kabid Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Kudus, Revlisianto Subekti, menyatakan, ”Keputusan untuk melaksanakan test CPNS mandiri menjadi kewenangan Bupati. Namun jika memang sudah dianggarkan dan jadi dilaksanakan, BKD sudah siap.”

Dia menerangkan, penyelenggaran tes CPNS mandiri dinilai lebih menguntungkan karena Pemkab bisa merekrut pegawai sesuai dengan formasi yang dibutuhkan. Kebutuhan yang dimaksudkan yakni secara kualitas, bukan dari jumlah pegawai yang kewenangannya pada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Ditanya soal jumlah dana yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan test CPNS mandiri, Revli menuturkan, hal itu tergantung jenis tes apa saja yang akan dilakukan. Jika mengacu pada 2010 lalu, penyelenggaraan tes CPNS dianggarkan Rp 1,5 miliar namun hanya terpakai sekitar Rp 800 juta.

”Anggaran yang dibutuhkan besarnya sangat relatif, tergantung dari jenis tes itu nantinya. Namun, bisa diperkirakan jika pendaftar atau pelamar sekitar 10.000 orang maka akan memerlukan dana sekitar Rp 800 juta.” Ref : suara merdeka

WhatsAppShare