Home » CPNS Daerah » Jawa Timur » Rekrutmen Guru di Kab Probolinggo Dihentikan

Rekrutmen Guru di Kab Probolinggo Dihentikan

Share
BERITA PENTING !
Mulai Tahun 2014, Ujian CPNS akan dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Apakah Anda sudah mengenal bagaimana itu ujian CAT CPNS..?
Anda bisa mencoba Latihan Ujian CAT CPNS dengan program CAT di bawah ini.
Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Info lengkapnya silakan Klik Disini >>

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Rasyid Subagyo memerintahkan semua kepala cabang Dinas Pendidikan untuk menghentikan rekrutmen guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) mulai TK hingga SMA, hingga batas tak ditentukan. Ia mengatakan, hal itu dilakukan karena jumlah guru di kabupaten tersebut dinilai sudah cukup. Demikian disampaikan Rasyid saat penyerahan insentif bagi guru GTT dan PTT di Probolinggo, Selasa (19/7/2011).

Ia mengatakan, guru di Kabupaten Probolinggo saat ini berjumlah lebih dari 10 ribu orang. Sebanyak 5.752 orang di antaranya adalah GTT dan PTT, dan sisanya guru PNS. Namun, tak semua GTT dan PTT mendapatkan insentif. Yang memperoleh insentif 11 bulan hanya sekitar 2.162 GTT/PTT. Adapun, 3.590 orang tidak memperoleh insentif.

“Yang belum mendapatkan insentif itu dibayar menggunakan biaya operasional sekolah (BOS). Adapun, biaya insentif yang diberikan kepada 2.162 GTT/PTT, diambilkan dari anggaran peningkatan mutu tenaga pendidik sebanyak Rp 8 miliar dari APBD 2011,” jelasnya.

Rasyid mengungkapkan, pertimbangan menghentikan rekrutmen GTT/PTT karena jumlah guru sudah lebih dari cukup. Jika cabang dinas dan lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan masih merekrut GTT/PTT, hal itu bisa membebani anggaran.

“Supaya proses belajar mengajar efektif dan efisien,” kata Rasyid.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin meminta para GTT dan PTT tidak percaya begitu saja jika ada pihak yang mencatut nama seseorang dalam rekrutmen GTT dan PTT.

“Saya tidak pernah menjanjikan siapapun untuk menjadi PNS,” ujarnya.

Hasan juga meminta kepala cabang dinas pendidikan dan kepala sekolah supaya tidak menjanjikan sesuatu yang bukan kewenangannya. Sebab, dirinya hanya memberikan tugas dan tidak pernah memberikan kewenangan.

“Bedakan antara tugas dan kewenangan. Jangan pernah mengeluh tatkala tugas tersebut dicabut dan diberikan kepada orang lain,” tegasnya. Ref : kompas

Share
Download Soal Tes CPNS 2014