PT Timah Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk Akan Mengakusisi Pelat Timah

By gladwin | January 19, 2011
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Dua BUMN, PT Timah Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk, akan bersinergi dalam mengakuisisi perusahaan pelat merah produsen aspal alam, yakni PT Sarana Karya.

Akuisisi ditargetkan bisa dilaksanakan semester I 2011. Agar terealisasi, PT Timah saat ini tengah mengintensifkan riset, khususnya yang terkait teknologi industri hilir aspal alam, dan jaminan pemasarannya.

Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS), Wachid Usman mengatakan itu di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (18/1).

“Kalau siap, tapi pasarnya belum meyakinkan, belum pas rasanya. Yang jelas, dalam waktu dekat, kita siap membangun pasarnya,” ujarnya.

Wachid mengatakan, rencana akuisisi ini akan mendukung strategi jangka panjang TINS untuk fokus pada industri hilir aspal alam.

Dengan menerapkan teknologi dan membangun pabrik ekstraksi, aspal alam dari konsesi aspal Buton, Sulawesi Tenggara, milik Sarana Karya dapat diolah menyamai tingkat kemurnian (bitumen) jenis aspal danau asal Trinidad atau TLA (Trinidad Lake Asphalt).

Jenis aspal yang paling luas diperdagangkan di dunia saat ini memiliki bitumen 60%, sementara aspal alam Indonesia hanya 20-25%. Saat ini harga aspal alam yang diproduksi Sarana Karya hanya US$100 per ton. Sementara jika diolah menjadi TLA, harganya bisa melonjak menjadi US$1.000 per ton.

“Kalau kualitas aspal kita bisa sama dengan TLA, baru kita bisa berorientasi pada ekspor. Untuk itu butuh teknologi yang belum tuntas saat ini,” ujar Wachid.

Terkait pasarnya, saat ini pihaknya masih menjajaki kepastian pemasaran produk aspal ini di pasar domestik. Ini meliputi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, dan Surabaya.

Selain Wika, lanjut Wachid, PT Pertamina (Persero) juga dapat diajak partisipasinya karena turut berkepentingan. Produk hilir aspal alam diperlukan sebagai bahan adiktif produk aspal mereka.

“Nanti kita lihat berapa share masing-masing pihak yang terlibat ini,” ujarnya. (AW/OL-9) – Media Indonesia

WhatsAppShare