PT Mandiri Sekuritas Ditunjuk Sebagai Konsultan BUMN

By gladwin | March 16, 2011
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

PT Mandiri Sekuritas ditunjuk sebagai konsultan regrouping badan usaha milik negara (BUMN) bidang farmasi. Dengan demikian, regrouping BUMN farmasi diharapkan bisa terbentuk tahun ini.

Deputi Menteri BUMN bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Irnanda Laksanawan mengatakan, tiga BUMN farmasi,yakni PT Kimia Farma Tbk,PT Indo Farma Tbk, dan PT Bio Farma (Persero) telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai konsultan rencana regrouping BUMN farmasi.“ Tiga BUMN farmasi tersebut sudah menunjuk konsultan, yakni Mandiri Sekuritas,” ungkapnya di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan,penunjukan konsultan tersebut melalui beauty contest yang dilakukan terhadap tiga sekuritas BUMN. Mandiri Sekuritas nantinya akan membentuk konsorsium dengan ahli perpajakan, hukum, appraisal,dan industri farmasi. Selanjutnya, konsorsium tersebut akan meminta data lengkap seperti data keuangan, maupun operasional kepada masing-masing BUMN farmasi.

Dia berharap rekomendasi dari konsorsium itu sudah keluar pada Juni 2011. Selanjutnya diharapkan regrouping BUMN farmasi tersebut bisa terbentuk tahun ini. Menurut Irnanda, pembentukan regroupingBUMN farmasi itu dimaksudkan guna meningkatkan kinerja BUMN farmasi ke depan.Namun,merealisasikan rencana tersebut pemegang saham masih menunggu hasil valuasi dari konsultan. Sebelumnya, Direktur Utama INAF P Sudibyo sempat menyatakan, perseroan siap melaksanakan merger BUMN farmasi dengan KAEF.“Kami siap merger.

Bagi kami lebih enak karena masalahnya tidak banyak,” ujar dia.Namun,sebagai upaya untuk menyelaraskan bisnis, konsolidasi tidak harus dilakukan dengan merger. Terpenting, bisnis bergerak secara terkoordinasi dan terorganisasi secara baik,serta tidak bersaing di pasar. Anggota Komisi VI DPR Ferarri Roemawi berpendapat,regrouping itu penting dilakukan lantaran pasar farmasi di Indonesia banyak dikuasai swasta dan asing. Sementara perusahaan pelat merah farmasi hanya ada tiga, yakni PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kimia Farma Persero (KAEF),dan PT Biofarma Persero. Ref : sindo

WhatsAppShare