PT Kimia Farma Akan Membuka 3 Apotek di Malaysia

By gladwin | January 13, 2011
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

BUMN farmasi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) siap membuka tiga apotek di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tahun 2011 sebagai langkah ekspansi perseroan ke mancanegara. Untuk mengembangkan jaringan tersebut, Kimia Farma akan menggandeng perusahaan swasta asal Negeri Jiran, Averroes.

“Tiap apotek yang akan dibangun investasinya mencapai Rp3 miliar. Dananya dari pinjaman perbankan,” ujar Corporate Secretary KAEF Ade Nugroho usai RUPS Luar Biasa perseroan di Jakarta, Rabu (13/1).

Dengan demikian, kata Ade, biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun jaringan apotik Kimia Farma di Malaysia tersebut mencapai Rp9 miliar.

Ia menjelaskan, dalam kerjasama tersebut, perseroan memiliki porsi minimal sebesar 51% meski sebenarnya Averroes hanya menginkan sebanyak 30%. “Ya kalau memang nanti disepakati kami akan ambil semua jadi 70%,” kata dia.

Menurutnya, pembukaan apotek di Malaysia dipandang bakal menguntungkan karena selama ini penduduk negara tersebut terbiasa membeli obat langsung kepada dokter. “Ini merupakan hal yang baru di Malaysia, kita harap akan memberikan manfaat yang besar untuk Kimia Farma,” katanya.

Ia menambahkan, di apotek tersebut nantinya produk-produk obat Kimia Farma akan dijual pula di sana. “Kita akan bikin perjanjian, seberapa banyak produk kita nantinya dijual disana, kami inginnya minimal 10% dari total produk yang akan dijual di apotek tersebut,” ujar dia.

Perseroan untuk tahun ini membidik perolehan laba bersih sebesar Rp90 miliar atau naik 15,3% dibanding perkiraan laba bersih perseroan tahun 2010 yang sebesar Rp78 miliar. Sementara untuk pendapatan, tahun ini Kimia Farma menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp3,2 triliun, atau naik Rp100 miliar ketimbang proyeksi penjualan sebesar Rp3,1 triliun pada tahun 2010.

Untuk tahun ini, kontribusi terbesar penjualan perseroan disumbangkan dari bisnis apotek. Menyusul kemudian bisnis perdagangan dan manufaktur. Sedangkan kontribusi terbesar untuk laba datang dari manufaktur, baru apotek dan trading. “Pendapatan dari apotek Rp1,3 triliun, trading Rp1,1 triliun dan dari holding Rp800 miliar,” jelas Ade. (Atp/OL-3) – media indonesia

WhatsAppShare