PT Kertas Kraft Aceh Akan Beroperasi Tahun 2012

By gladwin | December 20, 2010
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Setelah sempat mati suri, pabrik milik PT Kertas Kraft Aceh (KKA) akan kembali beroperasi pada akhir 2012. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar menyatakan, beroperasinya kembali pabrik kertas ini akan menghidupkan industri di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam.

“KKA sudah dibantu oleh empat BUMN, butuh waktu sekitar 1,5 hingga 2 tahun agar dapat beroperasi lagi,” kata Mustafa, akhir pekan lalu.

Seperti diberitakan KONTAN sebelumnya, pemerintah menunjuk empat BUMN untuk membantu KKA agar beroperasi kembali. Keempat BUMN itu adalah PT Semen Gresik, PT Batubara Bukit Asam (PTBA), Perum Perhutani, dan PT Perusahaan Pengeloa Aset (PPA).

Mustafa menjamin, seluruh kebutuhan KKA akan dipenuhi oleh keempat BUMN itu. Untuk bahan baku, misalnya, Perhutani akan memasok kayu pinus kepada KKA. Namun, tidak semua bahan baku itu dipenuhi Perhutani. “Sekitar 50%-nya diambil dari impor juga,” kata Mustafa.

Sementara PTBA akan memasok batu bara untuk bahan bakar pabrik. Adapun Semen Gresik akan menjadi pembeli produk jadi KKA berupa kantong semen.
Khusus PPA, akan memberikan suntikan dana untuk modal KKA. Mustafa pernah bilang, PPA bersedia mengucurkan bantuan modal sebesar Rp 154,45 miliar. KKA juga mendapatkan bantuan biaya operasional pabrik Rp 1,1 miliar per bulan.

Meski begitu, masalah permodalan ini tampaknya masih menjadi kendala bagi KKA. Pasalnya, bantuan PPA masih jauh dari cukup. Sebab, dalam hitung-hitungan Mustafa, butuh dana Rp 850 miliar agar KKA bisa kembali beroperasi.

Karena itulah, KKA harus mencari mitra. Jika mitra tidak kunjung didapat, tak menutup kemungkinan KKA akan terus menjalin sinergi dengan BUMN.
Bahkan, pemerintah mengaku lebih cocok dengan skema ini. “Memang awalnya disepakati KSO, tapi lebih baik lagi sinergi dengan BUMN,” ujar Irnanda Lhaksanawan, Deputi Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN, belum lama ini. Sumber : Kontan

WhatsAppShare