Home » CPNS Daerah » Kalimantan Barat » Provinsi Kalbar Kekurangan 600 Bidan

Provinsi Kalbar Kekurangan 600 Bidan

Share
HOT INFO !
Mulai Tahun 2014, Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Apakah Anda sudah mengenal bagaimana itu ujian CAT CPNS..?
Anda bisa mencoba Latihan Ujian CAT CPNS dengan program CAT di bawah ini.
Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Info lengkapnya silakan Klik Disini >>

Meski setiap tahunnya tenaga medis menjadi prioritas dalam penerimaan CPNS, tetap saja sejumlah daerah mengalami kekurangan. Provinsi Kalimantan Barat misalnya, masih mengalami kekurangan bidan 500 sampai 600 orang. Lantaran kekurangannya masih cukup besar, Kementrian Kesehatan mempersilakan Pemprov Kalbar menentukan sendiri berapa tenaga bidan yang harus direkrut. Kemkes tidak akan membatasi jumlah yang akan direkrut.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap menjelaskan, pihaknya menargetkan bisa memenuhi ketentuan satu desa minimal satu bidan. “Jika mengacu pada satu desa memiliki satu bidan, kita kekurangan bidan 500 sampai 600 orang. Untuk menambah kekurangan bidan ini, Kementerian Kesehatan tidak membatasi formasinya sampai sekarang,” ujar Andy Jap di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.

Hanya saja dijelaskan,  peluang yang diberikan ini bukan sebagai pegawai negeri, melainkan pegawai tidak tetap. Andy berharap seluruh bidan jangan memiliki persepsi bahwa untuk mengabdi harus menjadi pegawai negeri. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat juga bisa dengan menjadi bidan pegawai tidak tetap. “Dalam setahun ada tiga kali pembukaan formasi untuk bidan PTT,” kata Andy.

Kendala penambahan tenaga bidan ini juga disebabkan Kemenkes RI tidak bisa merekrut sendiri tenaga bidannya. Jika ada bidan yang berminat menjadi pegawai tidak tetap, bisa mendaftar, kemudian daerah akan mengusulkannya kepada Kemenkes.  “Jadi Kemenkes menyiapkan kuotanya. Daerah silakan mencari tenaga bidannya, kemudian diusulkan kepada pusat untuk diangkat menjadi PTT,” kata Andy.

Dijelaskan, pada 2011 Dinkes Kalbar memiliki program pembinaan kepada para bidan. Pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan bidan sehingga dapat menangani kasus-kasus emergensi yang berkaitan dengan kelahiran. Pembinaan ini, lanjutnya, juga sebagai upaya menekan angka kelahiran ibu dan anak.

Sementara, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Kalbar, Siti Fathonah mengatakan terdapat hampir 2.000 bidan di Kalbar. Tetapi dari jumlah tersebut, hanya 145 orang yang telah mendapatkan pelatihan pemasangan alat kontrasepsi IUD. Mereka yang sudah mendapat pelatihan ini tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Menurut Siti, pelatihan bidan dalam pemasangan alat kontrasepsi ini diperlukan karena juga berkaitan dengan upaya untuk menekan angka kematian ibu dan anak.Pada tahun ini, dengan anggaran yang ada, BKKBN kembali akan melatih 850 bidan untuk pemasangan IUD dan implant. Disebutkan, tahun ini pihaknya tidak hanya melatih bidan, namun juga 150 dokter agar bisa melakukan pemasangan IUD dan implant. (uni/sam/jpnn)

Share
soal tes cpns 2014