Perampingan 20 BUMN Perkebunan Ditargetkan Selesai April 2012

By gladwin | February 10, 2012
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kamis (9/2) mengatakan, pihaknya menargetkan perampingan 20 BUMN perkebunan pada 2012 ini akan selesai pada April mendatang. “Target kami, proses perampingan ini dapat dituntaskan pada April mendatang,” kata Dahlan saat ditemui “PRLM” secara khusus usai peringatan HPN ke-66 di Jambi, Kamis (9/2).

Dahlan menjelaskan, kebijakan perampingan itu dilakukan agar penataan BUMN menjadi lebih efisien. Tahun ini, kata Dahlan, kementeriannya menargetkan jumlah perusahaan BUMN menjadi sekitar 120 dari jumlah saat ini sebanyak 141 perusahaan.

Dia menegaskan, proses perampingan yang dilakukan itu bukan berarti pihaknya akan menghilangkan ke-20 BUMN tersebut. Pasalnya, perampingan itu dilakukan dengan melakukan pembentukan holding BUMN Perkebunan yang menggabungkan sejumlah PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Dari 15 perusahaan akan digabung menjadi satu, sementara 14 perusahaan akan menjadi anak perusahaan holding tersebut. Selain itu, perusahaan kehutanan nanti juga disatukan dengan Perhutani.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Jakarta kemarin, Dahlan mengumumkan soal rencana perampingan 141 BUMN menjadi 121 BUMN. Saat itu dia menjelaskan, yang akan dilakukan perampingan tersebut adalah dari 15 PTPN disatukan atau menjadi berkurang 14. Kemudian dari sektor kehutanan disatukan dengan Perhutani sehingga berkurang 5. “PTPN ada 15 dijadikan satu, berarti berkurang 14. Kemudian kehutanan nanti disatukan dengan Perhutani, berkurang lagi 5, jadi 14 tambah 5 itu 19. Intinya paling sedikit tahun ini berkurang 20, sehingga nanti tinggal 120 [BUMN] tahun ini,” kata Dahlan saat menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Rabu (8/2).

Sementara itu, Presiden SBY juga mendukung upaya perampingan tersebut, tetapi dia meminta reorganisasi yang dilakukan BUMN tersebut memiliki tujuan dan sasaran yang jelas. Di samping itu, dia juga berharap, melalui reorganisasi tersebut, BUMN bisa berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi. ‘’Penataan BUMN harus punya arah, tujuan, dan sasaran. Dengan demikian akan bisa kita ukur hasilnya kelak,’’ kata SBY menanggapi kebijakan Meneg BUMN tersebut.

“Pastikan penggunaannya tepat dan lebih banyak digunakan untuk bersama pemerintah dan pihak lain untuk mengurangi kemiskinan,’’ paparnya. BUMN juga diminta memberikan contoh dalam penerapan green economy. Ref:A-133/A-108/pikiran rakyat

WhatsAppShare