Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Perhubungan RI

By gladwin | October 19, 2012
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Penghargaan Pelayanan Publik – Stasiun Gambir meraih penghargaan dengan predikat Prima Utama dari Kementerian Perhubungan, Selasa (16/10) di Kantor Kementerian Perhubungan RI, Jalan Medan Merdeka Barat No.8. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka penilaian unit pelayanan publik sektor transportasi tahun 2012, yang terbagi dalam dalam beberapa kategori.

Menurut Menteri Perhubungan, EE Mangindaan di kantornya, kegiatan penilaian pelayanan publik bertujuan untuk membangun semangat dan mendorong upaya perbaikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ada 13 kategori dalam penghargaan unit pelayanan publik sektor transportasi tahun 2012.

“Harapan saya kepada unit pengelola pelayanan publik yang telah memperoleh penghargaan benar-benar memahami maksud dan tujuan diselenggarakannya penilaian ini. Saya berterima kasih kepada mereka yang menang karena telah melayani dengan baik,” ujar EE Mangindaan dalam sambutannya.

Berikut adalah penerima pertama dalam seluruh kategori penghargaan unit pelayanan publik sektor transportasi 2012:

  1. Kategori unit layanan jasa angkutan penumpang bus diterima oleh Unit Angkutan Khusus (UAK) perum Damri Bandar Udara Soekarno Hatta
  2. Kategori unit layanan jasa angkutan penumpang taksi diterima oleh PT Blue Bird.
  3. Kategori unit layanan jasa angkutan penumpang laut kapal diterima oleh PT Dharma Lautan Utama Cabang Lembar, Mataram.
  4. Kategori unit layanan jasa penumpang stasiun kereta api diterima oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Stasiun Gambir.
  5. Kategori layanan administrasi kesyahbandaran dan administrator pelabuhan diterima oleh kantor administrator Pelabuhan Benoa.
  6. Kategori unit layanan jasa terminal penumpang pelabuhan laut dan penyeberangan PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,
  7. Kategori unit layanan jasa unit terminal peti kemas diterima oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Teminal Peti Kemas Pelabuhan Seokarno-Hatta Makassar,
  8. Kategori unit pelayanan jasa kepelabuhan diterima oleh PPSA PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) cabang Pelabuhan Tanjung Priok,
  9. Kategori unit layanan jasa administrasi bandar udara diterima oleh Kantor Otoritas Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar Bali,
  10. Kategori unit layanan jasa terminal penumpang bandar udara diterima oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Sultan Hasanudin, Makasar.
  11. Kategori unit layanan jasa pesawat terbang di bandar udara diterima oleh PT Gapura Angkasa Kantor Cabang DPS (Ngurah Rai), Denpasar.
  12. Kategori unit layanan jasa penjualan ticketing dan counter pesawat udara diterima oleh PT. Garuda Indonesia, Kantor Penjualan di komplek BTDC Bali Collection di Nusa Dua dan Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar.
  13. Kategori unit layanan jasa pendidikan transportasi diterima oleh Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayan (BP3IP) Jakarta.

Untuk kategori unit layanan jasa penumpang stasiun kereta api, selain Stasiun Gambir, terdapat beberapa stasiun kereta api yang menerima penghargaan, antara lain:

  1. Stasiun Bandung, meraih penghargaan dengan predikat Prima Madya
  2. Stasiun Cirebon, meraih penghargaan dengan predikat Prima Madya
  3. Stasiun Surabaya, Gubeng meraih penghargaan dengan predikat Prima Madya
  4. Stasiun Purwokerto, meraih penghargaan dengan predikat Prima Madya
  5. Stasiun Solo, meraih penghargaan dengan predikat Prima Madya
  6. Stasiun Yogyakarta, meraih penghargaan dengan predikat Prima Madya
  7. Stasiun Kutoarjo, meraih penghargaan dengan predikat Prima Pratama
  8. Stasiun Surabaya Pasarturi, meraih penghargaan dengan predikat Prima Pratama
  9. Stasiun Pasarsenen, meraih penghargaan dengan predikat Prima Pratama

Mangindaan menambahkan bahwa transportasi di Indonesia harus mendukung, mendorong, dan berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk itu pelayanan publik sektor transportasi harus memenuhi kebutuhan dan perubahan di berbagai bidang kehidupan.

“Ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan bila tidak tertangani dengan benar akan teraktualisasi dalam bentuk protes dan demonstrasi yang cenderung tidak kondusif dan menunjukkan kefrustasian publik terhadap regulator maupun operator. Oleh karena itu penilaian kinerja pelayanan publik mutlak agar pelayanan transportasi semakin meningkat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya. Ref:Humaska/KAI

WhatsAppShare