Pegawai Tenaga Kontrak di Pemkab Sragen Diminta Introspeksi Diri

By gladwin | May 14, 2011
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Wakil Bupati Sragen Daryanto meminta tenaga kontrak atau yang sering disebut job training (JT) yang menempati berbagai SKPD di lingkungan Pemkab, untuk introspeksi diri. Sebab, mereka dipastikan tidak bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tanpa melalui tes CPNS terlebih dulu.

“Meski sudah magang di Pemkab bertahun-tahun, tenaga JT tidak bisa langsung diangkat sebagai PNS. Harus melalui tes CPNS dulu,” kata Daryanto, Jumat (3/5).

Karena itu, dia mengimbau kepada seluruh tenaga kontrak yang bekerja di lingkungan Pemkab Sragen supaya mulai berbenah, apakah akan tetap menjadi tenaga kontrak atau mencari pekerjaan lain.

“Silakan direnungi, apakah akan tetap seperti ini (Menjadi tenaga JT). Menurut saya, kalau mencoba sampai berkali-kali ikut CNPS dan tidak ada hasilnya, mungkin rejekinya bukan di situ. Lebih baik mencari pekerjaan lain ke swasta atau membuka usaha sendiri. Dulu, saya juga pernah ikut tes CPNS sampai tiga kali, tapi tidak pernah lolos. Karena itu, saya lebih baik mencari kerja di perusahaan swasta,” paparnya.

Seperti pernah diberitakan, tenaga JT yang bekerja di lingkungan pemerintahan Sragen mencapai ribuan orang. Mereka bersedia menjadi tenaga magang karena mendapati iming-iming untuk bisa diangkat menjadi PNS.

Caranya, mereka harus menebus Surat Keterangan (SK) seharga puluhan juta rupiah. Namun, akhirnya Pemkab memastikan bahwa tenaga magang tersebut tak bisa diberi SK pengangkatan karena statusnya seperti tenaga honorer.

Jadi, untuk bisa menjadi PNS, harus melalui prosedur yang telah ditetapkan, seperti mengikuti ujian atau tes. Lebih lanjut, Daryanto mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib yang dialami tenaga kontrak tersebut. Meski begitu, dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena kejadian tersebut sudah berlangsung sejak lama.

“Yang jelas, saya ikut prihatin dengan kondisi ini. Ke depan tidak aka nada lagi pengambilan tenaga JT,” tandasnya. Ref : suara merdeka

WhatsAppShare