Lulusan STPI Bungo Akan Menjadi Tenaga Honorer

By gladwin | December 8, 2011
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Rencana pengajuan CPNS khusus bagi 35 lulusan STPI yang disekolahkan Pemkab Bungo, urung dilaksanakan.

Rencananya, lulusan STPI tersebut akan ditempatkan sebagai pegawai di Bandara Bungo.

Kepastian ini diketahui saat sidang paripurna jawaban Pemkab Bungo terhadap pandangan fraksi, Rabu (7/12).

Bupati Bungo, H. Sudirman Zaini yang menyampaikan jawaban Pemkab Bungo mengatakan, 35 lulusan STPI tersebut tetap akan diakomodir langsung oleh Pemkab Bungo. Akan tetapi, bukan untuk CPNS khusus, melainkan dijadikan tenaga kontrak terlebih dahulu.

“Jelang Bandara Bungo selesai, semuanya akan ditempatkan sebagai tenaga kontrak,” ungkap Sudirman menjawab wacana pengajuan CPNS khusus untuk lulusan sekolah penerbangan tersebut.

Seperti diwartakan sebelumnya, kepala BKD Bungo, Bakhtiar dikonfirmasi mengenai pengajuan CPNS jalur khusus menjelaskan, pada moratorium CPNS memang ada pengecualian. Yaitu, bagi alumni yang sekolahnya dibiayai oleh daerah bisa untuk diangkat menjadi CPNS.

Terkait permintaan dewan agar pihaknya mengusulkan ke pusat untuk penerimaan CPNS jalur khusus tersebut diangkat menjadi CPNS. Bakhtiar mengatakan, hal itu telah mereka lakukan. “Usulan tersebut telah kita naikkan ke Bupati. Tinggal menyampaikan ke pusat lagi,” akunya.

Ia mengatakan, yang mereka ajukan tersebut adalah alumni dari STPI yang berjumlah sebanyak 35 orang. “Yang kita usulkan hanya untuk STPI, sedangkan bagi mereka yang STPD saat ini belum ada yang tamat, mereka masih belajar,” paparnya lagi. Bakhtiar juga mengungkapkan, terkait dengan pengusulan CPNS jalur khusus tersebut pihaknya juga telah koordinasi dengan pihak pusat.

“Kita juga telah koordinasi dengan orang menpan. Kata mereka usulkan saja terlebih dahulu. Bisa tidaknya diterima itu nanti tergantung pusat,” pungkasnya. Ref:tribun jambi

WhatsAppShare