Laba Bank Mandiri Tahun 2010 Diperkirakan Rp 8,5 Triliun

By gladwin | January 21, 2011
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menneg BUMN) Mustafa Abubakar mengatakan, laba PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tahun 2010 menembus Rp 8,5 triliun. “Tahun 2010 Rp 8,5 triliun dan jauh meningkat dibanding laba 2009.” kata Mustafa Abubakar, di Jakarta, kemarin.

Kendati begitu, dia mengakui hasil yang dimaksud masih dapat berubah karena dalam proses audit. “Kami masih menunggu audit,” kata Mustafa Abubakar.

Dia juga menyoroti terkait dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri yang melampaui target minimal. Sebelumnya, ditargetkan pengucuran minimal Bank Mandiri sebesar Rp 1,845 triliun, namun capaiannya sebesar Rp 2,1 triliun. Sedangkan, secara nasional realisasi KUR mencapai Rp 17,1 triliun dari target Rp 13,1 triliun. “Kami akan bekerja keras, semoga Bank Mandiri dapat melampaui target di tahun 2010,” kata Mustafa.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini menyebutkan, rasio kredit bermasalah pada tahun 2010 diperkirakan turun. Itu, katanya, dipicu oleh kredit besar bermasalah turun. Kendati begitu, dia belum bersedia menyebutkan angka pastinya. “Tapi saya belum bisa sebutkan angkanya,” kata Zulkifli Zaini.

Hingga September 2010 tingkat kredit bermasalah Bank Mandiri secara kotor sebesar 2,7 persen. Adapun secara bersih jumlahnya 0,8 persen dari total kredit.

Dia juga menyebutkan, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit di tahun 2011 akan naik. “Tahun ini kami targetkan pertumbuhan kredit antara 20-22 persen, dan selalu berusaha satu persen di atas pertumbuhan kredit nasional,” kata Zulkifli.

Dia optimistis, pertumbuhan kredit Bank Mandiri akan lebih tinggi daripada pasar. “Penyaluran kredit mungkin turun, tapi di Mandiri tidak,” kata Zulkifli.

Bila ekspansi kredit tersebut direalisasikan akan menggerus rasio kecukupan modal bank. “CAR akan turun, maka itulah kami membutuhkan rights issue,” kata dia.

Akuisisi

Selain itu, bank pelat merah ini tengah mempelajari aksi korporasi berupa akuisisi terhadap saham bank lainnya. Zulkifli Zaini mengatakan, rencana akuisisi bank dalam rangka menggenjot portofolio kredit perseroan. Karenanya, Bank Mandiri mencari bank yang memiliki aset yang dapat dirangkul.

“Kita harus mencari bank yang cukup sizeable, kita boleh ingin tapi objeknya belum ada. Ya mudah-mudahan begitu (bank menengah), kita lihat saja nanti,” kata Zulkifli Zaini.

Dijelaskan, maksud rencana perseroan guna mengakuisisi bank harus disesuaikan dengan kinerja perseroan misalnya dalam hal penyaluran kredit. Dicontohkan dia, dengan pertumbuhan kredit Bank Mandiri per tahunnya Rp 46-50 triliun maka bank yang harus diakusisi paling tidak bisa berimbang dengan kinerja kredit perseroan.

Bila Bank Mandiri ingin meningkatkan kredit hingga Rp 46 trililun, maka dibutuhkan objek akuisisi yang tidak boleh memiliki aset lebih kecil. “Itu kurang menambahkan portofolio kredit. Kalau kita bisa tumbuh Rp 46-50 triliun lalu objek akuisisinya kecil, itu kurang,” jelasnya.

Kendati begitu, dia belum bersedia merinci lebih detail terkait kategori jenis bank yang akan diakusisi.

“Kalau kita lihat pun potensi belum ada uang diakuisisi, bahwa bank Mandiri kreditnya berkembang 20 persen, sampai September Rp 231 triliun, maka pertambahan kredit Bank Mandiri Rp 46 triliun setahun,” katanya. (Sabpri/Agus). Ref : suara karya

WhatsAppShare