Kimia Farma Akan Membangun Pabrik Plastik Dari Jarak

By gladwin | March 30, 2011
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

PT Kimia Farma Tbk akan membangun pabrik pengolahan bioplastik berbahan dasar biji jarak. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor farmasi itu akan menggandeng dua perusahaan asing, Toray Industries Inc dan BGL Group Limited.

Direktur Utama Kimia Farma, Syamsul Arifin, mengatakan bahwa BGL nantinya sebagai pemasok bahan baku, sedangkan Toray sebagai pengguna hasil produksi. “Rencana pembangunan pabrik ini di Kalimantan atau Nusa Tenggara,” kata dia di Jakarta, Rabu, 30 Maret 2011.

Mengenai biaya, dia mengatakan, masih menunggu uji kelayakan proyek. Studi ini, menurut dia, dibiayai dan didukung ahli-ahli dari Jepang. “Pelaksanaan pembangunan tahun depan,” ujarnya.

Pabrik ini mengolah biji jarak menjadi minyak jarak atau castor oil. Setelah itu, diolah lagi menjadi sebacic acid, dan terakhir menjadi bioplastik.

Dia mengatakan, minyak jarak sudah banyak diproduksi dan digunakan di industri farmasi dan kosmetik. Minyak ini merupakan bahan baku pembuatan sebacic acid, bahan utama bioplastik yang ramah lingkungan.

Di Jepang, menurut dia, kebutuhan sebacic acid mencapai 400 ribu ton per tahun. Bahan-bahan ini juga banyak digunakan dalam industri tekstil, industri mobil, dan elektronik, termasuk komputer.

Kimia Farma mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 221 persen menjadi Rp138 miliar pada 2010. Kontribusi tertinggi dari sektor industri obat-obatan sebanyak 76 persen dan apotek 16 persen.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan lima persen dari tahun lalu Rp3,4 triliun. Sementara itu, target laba bersih Rp195 miliar.

Kimia Farma juga menunda rencana penerbitan saham baru atau rights issue. “Tidak bisa tahun ini,” kata Syamsul. Sebelumnya, perseroan menargetkan perolehan dana Rp500 miliar dari penerbitan saham baru sebesar 20 persen. (art) – VIVAnews

WhatsAppShare