Kementerian Pertahanan dan BPPT Akan Membangun Industri Pertahanan Dalam Negeri

By gladwin | March 18, 2011
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Dalam rangka mendukungprogram revitalisasi Industri pertahanan serta pengembangan ilmupengetahuan dan teknologi pertahanan guna mewujudkan kemandiriansarana pertahanan, Kementerian Pertahanan bersama Badan Pengkajiandan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani Memorandum ofUnderstanding (MoU) atau kesepakatan bersama.

Ke depan tindaklanjut dari MoU ini secara konkret ada tiga yaitumelakukan sinergi Kemhan dan BPPT, payung hukum dalamlangkah-langkah bersama pengkajian dan pengembangan iptekpertahananyang terus berkembang pesat dari waktu ke waktu, sertamenujukemandirian alutsista di dalam negeri, kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai menyaksikan Penandatanganan MoU Kemhan danBPPT yang dilakukan Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Heriyantodengan Kepala BPPT Marzan Azis Iskandar di Kantor Kemhan, Kamis(17/3).

Menurut Menhan, kedepan salah satu yang terpenting adalahkemandirian alutsista di tanah air dalam rangka pembangunanalutsista yang sekarang ini sebagian masih di import namun sebagianlagi sudah dikerjakan di dalam negeri tentu dengan dukungan BPPT.Tentu diharapkan ke depan kita bisa lakukan lebih cepat lagi untukpeningkatan lokal konten, ujarnya.

Menhan lebih lanjut mengatakan, konkretnya kedepan dalam waktudekat ini ada tiga pekerjaan yang tengah dilakukan bersama, pertamapembuatan roket R122, yang pernah diuji coba di Baturaja, telahberhasil sukses.

Saya juga kira komit untuk membangun 1.000 roket RN122 dari2011-2014. Saya kira kalau kita bersama-sama bisa membangun 1.000roket ini akan banyak membantu bagi TNI terutama kegiatan latihandan persiapan diri alutsista kita, tutur Purnomo.

Kedua, lanjut Menhan, di Hanggar Kalijati Subang Jabar masih adapekerjaan yang harus kita kerjakan yaitu remote pilot vehicle.Remote areal vehicel yang saya kira kita kerjakan bersama akan kitaselesaikan dengan baik. Dan terakhir audit teknologi, jadi dengantiga hal ini secara konkret kita bisa mulai untuk melakukan bersamadan kedepan akan terus kita kembangkan, kata Menhan.

Menurut Menhan hal ini sejalan dengan program Kabinet IndonesiaBersatu ke 2 yang utamanya untuk revitalisasi industri pertahanan.Pemerintah sudah punya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP)dimana Menristek masuk di dalamnya satu dari tujuh anggotaKKIP. Kita sedang mempersiapkan RUU Revitalisasi Industri Pertahanan,jelasnya.

Purnomo lebih jauh mengatakan sejauh mungkin diusahakan di dalamRUU ini akan ada leakspesialis baik di dalam sisi produksi,pembiayaan dan teknologinya. Masukan-masukan ini penting jangansampai setelah UU selesai banyak pihak yang kecewa karenaleakspesialis yang tidak masuk di dalamnya.

Mumpung kita sekarang mempersiapkan mari kita invetarisasiapa-apa yang perlu tertera di dalam UU itu. Karena UU itu akanmenjadi Legal untuk dilaksanakan karena ini disyahkan oleh DPR daneksekutif. Kalau ini dipersiapkan dengan baik maka akan membantusekali untuk menyediakan alutsista kedepan. Saya dukung penuh,tandas dia. (Yr/rm)-kominfo

WhatsAppShare