Kementerian BUMN Meminta PPA Membenahi Bahana Securities

By gladwin | August 9, 2011
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Rencana PT Bank Negara Indonesia Tbk untuk mengambil alih PT Bahana Securities belum menunjukkan perkembangan. Namun, kini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru meminta Bahana untuk menggandeng PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) guna merevitalisasi perseroan.

“Hanya konsep revitalisasi dengan PPA, dengan BNI belum,” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar usai Rakor Kementerian Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin, 8 Agustus 2011.

Menurut Mustafa, Kementerian BUMN sudah meminta PPA agar segera memberikan penguatan-penguatan pada kinerja Bahana. Namun, bagaimana upaya penguatan dan nilai investasi yang akan dikeluarkan hingga kini belum bisa diketahui.

Mustafa mengungkapkan, BNI yang sebelumnya menyatakan berminat menggabungkan unit usahanya, PT BNI Securities, dengan Bahana Securities tidak kunjung menyerahkan proposal. Hal yang sama juga terjadi pada proposal dari Bahana.

Bahkan, Kementerian BUMN mengaku masih menunggu proposal dari kedua perusahaan tersebut.

Seperti diketahui, Bahana Securities adalah salah satu penjamin pelaksana emisi saham PT Garuda Indonesia Tbk bersama PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Namun, mereka akhirnya harus menyerap sisa saham yang tidak terjual dalam proses penawaran umum perdana saham Garuda tersebut. Nilainya pun tidak tanggung-tanggung, sekitar Rp2,25 triliun.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham yang diambil penjamin emisi mencapai 3,008 miliar saham, atau sekitar 47,5 persen dari saham yang ditawarkan. Dalam IPO ini, Garuda menawarkan 6,33 miliar saham dengan harga Rp750 per unit. “Saham yang berhasil dipesan publik hanya 3,327 miliar,” tulis data itu.

Sementara itu, data BEI terakhir juga menyebutkan, nilai modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) ketiga penjamin emisi itu turun antara 25-66 persen sejak Januari hingga awal Maret 2011.

Penurunan terbesar dibukukan Bahana Securities yang mencapai 66,75 persen dari rata-rata Januari Rp250,57 miliar menjadi Rp83,3 miliar per awal Maret 2011. Ref : art-VIVAnews

WhatsAppShare