Kebanyakan PNS Pemerintah Akui Kurang Ketat

By gladwin | September 6, 2011
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan penerimaan pegawai tetap dan honorer di daerah mendesak untuk diperketat. Alasannya, dominasi anggaran belanja daerah hingga kini masih berasal dari belanja rutin pegawai yang mencapai 70 persen.

Deputi Bidang Prasarana Wilayah dan Otonomi Daerah Bappenas, Max H Pohan, di sela halal bihalal di kantornya, Jakarta, Selasa, 6 September 2011 mengakui pengetatan penerimaan pegawai daerah belakangan memang sedikit mengendur. “Ini (penerimaan pegawai tetap dan honorer) yang agak loose belakangan ini,” katanya.

Pemerintah daerah selama ini berdalih bahwa penerimaan pegawai baru mendesak untuk dilakukan. “Tapi, apakah benar dicek bahwa ini (pegawai baru) betul-betul kinerjanya bagus atau tidak,” ujar Max.

Kendati langkah pengetatan sudah mendesak, Max membantah jika besarnya anggaran belanja rutin pegawai bakal menyebabkan ‘bangkrut’-nya sebuah daerah. “Kalau sampai ‘bangkrut’, tidak lah. Tiap tahun kan minimal transfer dari pusat ada,” imbuhnya.

Max mengingatkan kepada pihak Kementerian Dalam Negeri untuk memberi perhatian lebih atau pengawasan kepada masalah pengetatan penggunaan belanja rutin ini. Sebab, hal ini merupakan kewenangannya.

Upaya perampingan jumlah PNS di daerah juga dipastikan akan membantu menekan pengeluaran belanja daerah yang dinilai tidak perlu. Apalagi jika perampingan dilakukan pada pegawai yang memiliki kinerja kurang baik.

Seperti diketahui, pemerintah mulai 1 September 2011 hingga 31 Desember 2012 telah memberlakukan penghentian sementara (moratorium) penerimaan pegawai negeri sipil. (art/VIVAnews)

WhatsAppShare