Jika Pengangkatan CPNS Dipersulit, Honorer Siap Ke Istana

By gladwin | February 2, 2011
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI) Kota Salatiga siap mengerahkan massa ke Jakarta apabila pemerintah pusat masih mempersulit upayanya supaya bisa diangkat menjadi CPNS (calon pegawai negeri sipil). Hal ini karena aksi damai yang berlangsung di Jakarta, baru-baru ini belum membuahkan hasil memuaskan.

Rencananya, tanggal 18 Februari 2011 mendatang, FTHSNI akan diundang kembali ke Jakarta untuk bertemu perwakilan Kementrian PAN (Pendayagunaan Aparatur Negara) dan Kementrian Keuangan Negara guna membicarakan tuntutan anggotanya tersebut. Namun, jika dalam perkembangannya tak menunjukkan perkembangan berarti, massa akan kembali bergerak ke Jakarta.

Ketua II FTHSNI Kota Salatiga Sugiarti didampingi sekretarisnya, Sutrisno mengatakan, ada sebanyak 12 orang anggotanya yang terlibat dalam aksi damai di Jakarta. Mereka bergabung dengan sekitar 7.000 orang tenaga honorer yang dibiayai non APBD atau APBN dari seluruh Indonesia. Dalam aksi tersebut, mereka berorasi menyampaikan aspirasinya di Istana Negara dan Kementrian PAN.

“Saat di Istana Negara, kami ditemui perwakilan yang kemudian menginformasikan persoalan ini supaya ditindaklanjuti di Kementrian PAN. Ketika di Kementrian PAN, perwakilannya menjelaskan pendataan tenaga honorer masih belum final,” kata pengurus FTHSNI yang baru tiba di Salatiga, Selasa (1/2).

Untuk itu, Kementrian PAN berupaya kembali mengajak bertemu untuk membahas persoalan tersebut.  Mengenai pengerahan massa, ia menjelaskan, hal itu tergantung dari kebijakan pengurus pusat tenaga honorer.

Jika dalam perkembangannya, pemerintah pusat belum memberikan lampu hijau berkaitan dengan tuntutannya, maka akan ada pengerahan massa lagi. Sebaliknya, jika perkembangannya cenderung baik, pertemuan akan dilakukan dengan perwakilan tenaga honorer saja.

Dia mengatakan, anggota FTHSNI yang terdiri atas PTT (pegawai tidak tetap) dan GTT (guru tidak tetap) ini seharusnya sudah bisa diangkat menjadi CPNS. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS. Dalam aturan tersebut dijelaskan, pengangkatan tenaga honorer APBD atau APBN itu terselesaikan tahun 2009.

Selanjutnya, baru tenaga honorer non APBD atau APBN yang diangkat tapi hingga kini belum ada kejelasan berkaitan dengan pengangkatan tersebut. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Salatiga, Sunarningsih mengaku belum bisa mengakomodasi keinginan anggota FTHSNI. Upaya tenaga honorer ini juga terus diperjuangkan Pemkot Salatiga maupun Pemerintah Provinsi Jateng. Ref : suara merdeka

WhatsAppShare