Jatah Formasi CPNS Terhalang Peta Jabatan

By gladwin | July 14, 2012
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Jatah Formasi CPNS 2012 – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar mengatakan, perekrutan Pegawai Negeri Sipil sudah dibuka sejak Mei 2012 lalu. Akan tapi, jatah yang diberikan, hanya mampu memenuhi sepertiganya.

“Tahun ini kita kasih 60.000 (PNS baru). Tapi yang terisi masih 20.000 dari jatahnya karena peta jabatannya masih belum jelas,” ujar Azwar ditemui di Jakarta, Jumat (13/7/2012).

Ia mengatakan, besaran jumlah PNS yang benar-benar dibutuhkan tiap lembaga pemerintahan, dapat dilihat dari hasil analisa peta jabatan itu sendiri. Dengan demikian, dapat dilihat juga lembaga mana saja yang benar-benar sedang membutuhkan PNS baru. Pertengahan tahun ini, baru menyentuh angka 20.000 pegawai baru yang dianggapnya sangat dibutuhkan negara.

“Kadang-kadang banyak juga yang minta kebutuhan tapi tidak dilampirkan dengan peta jabatan sehingga tidak bisa dilayani. Jadi prinsipnya harus dihitung yang butuh apa dan di mana,” ungkap Azwar, yang tidak menjelaskan lembaga pemerintahan mana saja terkait porsi paling besar kebutuhan PNS-nya.

Kementeriannya pun sudah membantu para analis jabatan di kementerian, lembaga, dan daerah mampu membuat suatu peta jabatan. “Kemenpan-RB sudah melatih 4.000 orang analisis jabatan dari bulan Desember sampai bulan Juni kemarin,” tutur Azwar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemenpan-BR tidak akan memberikan persetujuan penambahan PNS di setiap lembaga pemerintahan khususnya daerah, bila tidak dilengkapi dengan hasil analisis peta jabatan saat pengajuan formasi baru kepegawaian. Ini sebagai upaya pencegahan defisit APBN karena pemborosan belanja pegawai pemerintah yang terlalu besar dan kurang efektif penggunaannya.

“Pemerintah menanggung dari APBN. Beban dari PNS memang berat. Makanya PNS harus bekerja keras dan kasih darma bakti (untuk negara dan masyarakat). Jadi kita enggak bisa naikkan gaji pokok sekarang ini karena risikonya besar sekali. Pensiun kita besar sekali (Rp 60 triliun per tahun), lebih besar dari remunerasi,” ungkapnya. Ref : Kompas

WhatsAppShare