Indofarma Segera Membangun Pabrik FDC

By gladwin | June 9, 2011
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang farmasi, PT Indofarma (Persero) Tbk, akan segera membangun pabrik obat kombinasi dosis tepat (Fixed Dose Combination/FDC) untuk penderita Tuberculosis pada akhir tahun ini.

“Itu akan kami bangun di Cibitung, Jawa Barat,” kata Direktur Utama Indofarma Djakfarudin Junus, Kamis, 9 Juni 2011, usai rapat umum pemegang saham, di Hotel Intercontinental, Jakarta.

Investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 27 miliar. Dana tersebut akan diperoleh dari belanja modal (capital expenditure/capex) Perseroan pada tahun ini yang berjumlah sekitar Rp 36 miliar.

“Target kapasitasnya masih kami kaji. Namun, diusahakan pada akhir tahun ini sudah persiapan untuk membangun. Kami juga masih terus memantau kebutuhan market,” kata Djakfarudin.

Untuk belanja modalnya sendiri, sekitar 15 persen di antaranya berasal dari dana internal dan sisanya dari pinjaman perbankan. Saat ini, Bank Mandiri masih menjadi salah satu perbankan penyalur pinjaman ke Perseroan. Menurut Djakfarudin, saat ini Perseroan sedang menjajaki tambahan modal kerja untuk menopang rencana bisnis tahun ini.

“Dan mungkin akan kami cairkan pada akhir tahun. Itu untuk membangun pabrik tersebut,” lanjutnya. Dalam waktu dekat, Perseroan juga akan meluncurkan lagi sekitar 21 item produk baru, termasuk di dalamnya tujuh item produk branded ethical, enam item produk Over the Counter, dan tiga produk herbal.

Saat ini, Perseroan tercatat telah memproduksi sekitar 236 item obat. Sebanyak 60 item di antaranya adalah Obat Nama Dagang (OND), termasuk di dalamnya delapan jenis obat herbal, seperti Prolipid dan Biovision.

Pada kuartal pertama tahun ini, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 118,87 miliar atau naik sekitar 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Perseroan justru masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 19,98 miliar. Ref : EVANA DEWI – tempo interaktif

WhatsAppShare