Hampir 50 Ribu Pelamar Memperebutkan 2.738 Kuota CPNS Provinsi Riau Tahun 2010

By gladwin | December 21, 2010
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Hari ini, secara serentak lebih dari 48 ribu pelamar mengikuti ujian tertulis Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2010 untuk Pemerintah Provinsi Riau dan 10 kabupaten/kota. Ujian tertulis dimulai pukul 07.30 WIB. Di Pekanbaru, ujian akan dilaksanakan di 23 lokasi untuk formasi kota maupun provinsi.

Ujian tertulis merupakan salah satu rangkaian tahapan seleksi CPNS sebelum dinyatakan lulus mencakup berbagai bidang. Di antaranya bidang sosial, ketatanegaraan, Pancasila, UUD hingga budaya dan sejarah. Untuk kedaerahan kemungkinan besar menjadi salah satu bagian dari soal. Soal ujian yang dibuat oleh Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) juga sudah rampung diperbanyak di Pekanbaru. Pengirimannya akan dilakukan langsung oleh panitia dengan pengawalan dari aparat kepolisian agar soal tetap aman dan steril.

Sekdaprov Riau, H Wan Syamsir Yus, kepada Riau Pos, Senin (20/12) mengaku bahwa dirinya akan meninjau langsung proses pelaksanaan ujian tertulis tersebut. ‘’Jika tidak ada halangan, saya bersama instansi terkait akan meninjau langsung ujian tertulis di beberapa lokasi yang telah ditetapkan,’’ ujarnya menjawab pertanyaan tentang upaya mengantisipasi penyalahgunaan proses penerimaan aparat pemerintah tersebut.

Dia mengharapkan, seluruh peserta seleksi CPNS 2010 agar melaksanakannya sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku. Selain itu, pihaknya menghimbau agar para pelamar tidak terpengaruh dengan adanya isu beredarnya kunci jawaban soal. Pasalnya, keotentikan dan kerahasiaan soal sudah terjamin, karena melibatkan lembaga independen.

‘’Saya himbau untuk fokus dan percaya diri. Jawablah soal-soal tersebut dengan kepercayaan dan keyakinan akan ilmu pengetahuan masing-masing. Jangan percaya dengan isu-isu kunci jawaban yang beredar,’’ imbuhnya.

Minta Tolong Gubri
Sementara itu Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP kepada Riau Pos mengakui banyak sekali pihak yang meminta tolong kepada dirinya, untuk diluluskan dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010. Namun Gubri menegaskan, dirinya tidak memiliki kompetensi untuk meluluskan dalam penerimaan CPNS tersebut.

‘’Memang kalau bicara mengenai penerimaan CPNS ini, sudah banyak yang minta tolong kepada saya. Tetapi tidak ada wewenang saya untuk meluluskannya,’’ ungkap Gubri, Senin (20/12) usai menerima kunjungan Komisi III DPR RI.

Meski hari ini pelaksanaan ujian dilaksanakan, namun panitia pelaksana yang juga penanggung jawabnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Said Saqlul Amri, tetap tidak ingin diganggu. Hal ini terbukti, saat Riau Pos mencoba menghubunginya melalui telepon selularnya, operator mengatakan bahwa semua panggilan masuk diblokir oleh pemilik nomor. Tidak hanya itu, saat Riau Pos mencoba menyambangi Kantor BKD yang di dalamnya terdapat beberapa panitia yang sibuk mempersiapkan bahan ujian, tidak satupun di antaranya berani memberikan komentar maupun informasi.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang panitia, Tengku Fazli Ridwan yang juga merupakan salah satu kepala bidang di BKD Riau. Menurutnya, dia sendiri tidak bisa memberikan informasi ini karena instruksi kepala badan bahwa yang berhak memberikan informasi kepada media adalah langsung kepala badan. Hal yang sama diungkapkan Jupri yang juga merupakan sekretaris penerimaan CPNS 2010 Riau. Dia juga enggan memberikan informasi karena sudah instruksi atasannya.

‘’Maaf saya tidak bisa memberikan informasi apapun karena ini sudah instruksi kepala badan. Katanya jika Anda ingin mendapatkan informasi langsung saja kepada beliau. Sekali lagi maaf saya tidak bisa menyampaikan apa-apa,’’ terangnya kepada Riau Pos  di Kantor BKD yang juga menjadi Sekretariat penerimaan CPNS Riau ini Senin (20/12) di Pekanbaru.

Untuk perlengkapan yang dibawa, peserta hanya dibenarkan membawa pensil, penghapus, pena, dan papan untuk mengisi LJK yang disiapkan. Peralatan seperti handphone, kalkulator, maupun alat komunikasi lainnya dilarang masuk. Untuk pakaian, peserta diwajibkan mengunakan baju berwarna putih (bukan kaos) serta celana/rok hitam.

Sebelum masuk, peserta wajib memperlihatkan kartu tanda ujian yang sudah ada di tangan peserta. Khusus untuk pengawasan, panitia melibatkan inspektorat serta aparat polisi lainnya. Jika ditemukan pencaloan atau joki, peserta langsung dinyatakan gugur.(rio/eko/fia)-Riaupos

WhatsAppShare