Guru Honorer Bekasi Berdemo Minta Diangkat Menjadi CPNS

By gladwin | January 14, 2013
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Demo CPNS Honorer Bekasi – Puluhan perwakilan guru honorer (tenaga kerja kontrak/TKK) dari 12 kecamatan se-Kota Bekasi melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Bekasi Senin (14/1). Mereka menuntut, untuk diusulkan sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan mendesak untuk mengusut pemalsuan dokumen terkait penetapan CPNS dari tenaga guru honerer kategori I.

Menurut Ketua Komite Guru Bekasi, Mukhlis Setiabudi, ada sekitar 1.945 tenaga kerja kontrak (TKK) guru honorer yang sudah mengajar hingga 5 sampai 10 tahun namun statusnya masih sebagai TKK.

Dari jumlah 1.945 guru honorer se-Kota Bekasi yang dilakukan verifikasi oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk menjadi CPNS, Pemerintah Kota dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) hanya mengusulkan sekitar 221 guru honorer kepada BKN. Dan hanya 192 guru honorer yang ditetapkan menjadi CPNS.

“Mengapa hanya mengusulkan 221 TKK saja, sementara guru honorer yang berkualitas dan layak diusulkan lebih banyak dari itu. Ini yang menjadi pertanyaan kami?” ujar Mukhlis.

Selain itu, Mukhlis juga menduga ada pemalsuan dokumen terkait pengangkatan CPNS oleh BKN. “Dari 192 yang lolos seleksi menjadi CPNS, 39 orang diantaranya diduga melakukan pemalsuan dokumen. Kami sudah melaporkan adanya pemalsuan dokumen ini dan ada beberapa 7 pejabat BKN yang terkena sanksi dan dipenjara terkait pemalsuan dokumen ini,” imbuhnya.

Sudah berkali-kali para guru honorer ini melakukan aksi unjuk namun belum juga ditindaklanjuti oleh BKD dan Wali Kota Bekasi untuk memberikan usulan kepada BKN kepada TKK yang berkualitas untuk menjadi CPNS.

“Saya mempertanyakan integritas kepada Bapak Wali Kota. Padahal kami sudah mengabdi sebagai guru honorer ke instansi pemerintah namun seolah-olah hanya mendapatkan honor seumur hidup. Kami meminta fasilitas dan tunjangan yang selayaknya,” ujar salah satu pendemo, Dicky, pengajar di salah satu pengajar SMP Negeri.

Honor para TKK hanya mendapat Rp 300.000 perbulan. “Gaji kami hanya sebagai gaji pembantu. Padahal kami sudah menjalankan kewajiban namun kami belum mendapatkan hak semestinya,” sambung Dicky.

Para pendemo meminta Wali Kota Bekasi untuk menindaklanjuti dugaan pemalsuan dokumen dalam usulan pengajuan penetapan TKK menjadi CPNS. [MKL/suarapembaruan]

WhatsAppShare