DPRD Kab Sukabumi Mendukung Moratorium CPNS 2011

By gladwin | July 22, 2011
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

DPRD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mendukung keluarnya moratorium atau penghentian sementara penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Alasannya, akan menghemat anggaran belanja pegawai.

“Kita sangat mendukung adanya moratorium CPNS. Sebab, saat ini bukan jumlah yang harus ditambah melainkan kualitas atau pelayanan yang perlu ditingkatkan,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Suwanda Somawinata kepada Pos Kota, Jumat (22/7).

Dijelaskan Wanda, sapaan akrab Sowanda Somawinata, moratorium CPNS berimbas kepada penghematan anggaran. Disebutkannya, dari APBD 2011, sekitar 70% terkuras untuk biaya tidak langsung (BTL), salah satunya belanja pegawai. Sementara sisanya merupakan anggaran biaya langsung (BL) untuk kepentingan rakyat.

Menurut Wanda, manajemen produktifitas PNS saat ini harus dimaksimalkan. Pasalnya, tidak sedikit kinerja PNS yang memble. Malah, dengan jumlah PNS yang banyak tak menutup kemungkinan akan saling mengandalkan pekerjaan.

“Coba lihat di beberapa instansi, ada PNS yang tidak punya pekerjaan. Mereka hanya bisanya diam dan luntang- lantung. Sehingga harus ditindaklanjuti dengan evaluasi karena tidak semua PNS, produktif,” tegasnya.

Lebih lanjut Wanda mengatakan, yang perlu ditambah yakni profesi tertentu yang belum dimiliki semua instansi. Akuntan, misalnya, sekarang belum semua dinas memilikinya. “Nah, kenapa tidak dibina saja PNS yang ada untuk mengisi kekosongan itu. Itu akan lebih efektif,” imbuhnya.

Pemerhati pemerintahan, B Rudianto menilai Pemkab Sukabumi seharusnya mengkaji lebih dalam apabila memberlakukan moratorium CPNS. Menurutnya, luas wilayah dan jumlah penduduk yang banyak di Kabupaten Sukabumi harus disesuaikan dengan jumlah PNS-nya.

“Jangan sampai, dengan adanya moratorium berimbas kepada membludaknya pekerjaan yang tak diimbangi dengan jumlah pegawai. Terutama di Kabupaten Sukabumi yang wilayah luas,” ujarnya. (sule/b)-poskota

WhatsAppShare