Home » CPNS Daerah » Jawa Barat » CPNS Kab Bogor Menjalani Tes Urine

CPNS Kab Bogor Menjalani Tes Urine

Share
HOT INFO !
Mulai Tahun 2014, Ujian CPNS akan dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Apakah Anda sudah mengenal bagaimana itu ujian CAT CPNS..?
Anda bisa mencoba Latihan Ujian CAT CPNS dengan program CAT di bawah ini.
Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Info lengkapnya silakan Klik Disini >>

Sebanyak 350 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS ) yang lolos tes 5 Desember lalu, menjalani pemeriksaan narkoba melalui tes urine di Pemkab Bogor, Selasa (28/12). Jika positif kedapatan menggunakan narkoba mereka terancam gugur sebagai PNS.

Kabid Formasi pada BKPP Kabupaten Bogor, Tjetjep Ridwan mengatakan semua CPNS yang telah melakukan pemberkasan pekan lalu wajib mengikuti pemeriksaan. “Tujuannya, PNS di lingkungan Pemkab Bogor bebas dari narkoba,” katanya. Pemeriksaan ini merupakan salah satu syarat yang wajib diikuti CPNS.

“Hasilnya diketahui dua minggu setelah contoh urine diserahkan kepada Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Barat,” bebernya.

Tes urine ini tetap dilakukan meski CPNS telah melampirkan surat keterangan bebas narkoba dalam pemberkasan minggu lalu. “Dengan dites urine, hasilnya akan memperkuat si CPNS itu betul-betul bersih dari narkoba,” tegasnya.

Sebelumnya, dari 15.000-an peserta CPNS yang ikut tes, hanya 354 peserta yang lolos tes tertulis 5 Desember 2010. Dari 354 CPNS ini hingga batas akhir pendaftaran ulang, empat dinyatakan gugur lantaran tak mendaftar ulang.

”Keempat formasi itu, guru SD, Pertambangan, Perikanan dan guru Fisika. Mereka ini diterima di daerah lain, seperti di Pemkab Tangerang, Pemda Bali, Pemkot Jakarta Timur,” katanya.

SEKDA SEWOT
Hilangnya empat CPNS itu, membuat sewot Sekda Pemkab Bogor Nurhayati sebab jatah yang diterima 354 saja masih jauh dari harapan. Sebab itu dia mendesak pemerintah pusat mengatasi masalah kehilangan formasi yang kerap terjadi di daerah. “Kita mendesak pemerintah pusat agar pelaksanaan tes CPNS tahun-tahun berikutnya di seluruh Indonesia dilakukan serentak,” katanya.

Dia juga mewacanakan peringkat di bawah CPNS yang mengundurkan diri bisa menggantikan posisinya agar tidak terjadi kehilangan formasi. Selain itu pelamar sebaiknya warga daerah yang bersangkutan. Tidak seperti sekarang asal WNI bisa mendaftar di daerah mana saja. “Aturan hukum yang bisa memidanakan CPNS ikut di dua daerah, juga harus diwacanakan agar semua daerah tidak mengalami kehilangan formasi,” terangnya. (iwan/B)-poskota

Share
soal tes cpns 2014