Citilink Resmi Berpisah Dari Garuda Indonesia

By gladwin | July 5, 2012
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2016, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

Citilink dengan memperoleh sertifikat AOC, Citilink jadi maskapai independen. Unit usaha strategis PT Garuda Indonesia Tbk, Citilink, yang fokus di jasa penerbangan berbiaya murah resmi mendapatkan Air Operation Certificate (AOC). Sertifikat ini membuat Citilink yang selama ini berada di bawah manajemen Garuda akan dipisah dan mandiri.

AOC adalah sertifikasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan bagi maskapai yang resmi beroperasi di Indonesia. Selama ini, sebagai anak usaha Garuda, Citilink beroperasi menggunakan AOC Garuda Indonesia. Kini, dengan memiliki AOC sendiri, Citilink resmi menjadi salah satu maskapai Indonesia yang independen.

Senior Vice President Citilink, Arif Wibowo, mengatakan, pengembangan Citilink bertujuan menarik masyarakat di segmen penerbangan berbiaya murah. “Dalam waktu dekat, Citilink akan segera mengudara dan beroperasi penuh secara mandiri dengan dua digit nomor identifikasi baru sebagai puncak dari spin off,” kata Arif di Gedung Citicon, Jakarta, Kamis 5 Juli 2012.

AOC diberikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti kepada Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. “Akhirnya, kami mendapat AOC, karena benar-benar ingin memisahkan Citilink dari Garuda untuk menjadi maskapai sendiri,” kata Emirsyah.

Saat ini, Garuda mempunyai 95 pesawat, 14 pesawat di antaranya milik Citilink dan sisanya Garuda. Hingga 2015, Emirsyah menargetkan akan menambah pesawat menjadi 194 unit, dan 50 pesawat di antaranya milik Citilink.

Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bhakti, mengatakan, secara simbolis pemerintah menyerahkan AOC kepada Citilink sebagai maskapai rendah biaya. Saat ini, penumpang udara Indonesia mencapai 50-60 juta, sehingga potensinya sangat tinggi.

“Dari seluruh airlines yang ada, rata-rata low cost dengan pertumbuhan 15-20 persen,” kata Herry.

Citilink awalnya menggunakan lima pesawat Fokker F28 dengan 65-85 tempat duduk milik Garuda. Penerbangan perdana dilakukan pada 16 Juli 2001 dengan rute Surabaya-Balikpapan-Tarakan.

Dalam perkembangannya, pada Juli 2004, Citilink mengganti pesawat Fokker F28 dengan empat pesawat Boeing B737-300 yang memiliki 148 tempat duduk. Namun, pada 2008, manajemen Garuda memutuskan Citilink tidak beroperasi sementara untuk menata ulang kebijakan dan strategi Citilink.

Citilink beroperasi kembali pada September 2008 dengan basis operasi di Surabaya. Mula-mula dengan dua pesawat Boeing B737-300 sebanyak 148 tempat duduk. Secara bertahap, armada Citilink bertambah menjadi lima pesawat Boeing B737-300 pada tahun pertama operasinya.

Maskapai ini juga mendatangkan 50 pesawat baru yaitu A320 secara bertahap yang akan mulai diterima pada 2014. Periode September 2011 hingga Februari 2012 sebanyak 5 pesawat A320 sudah datang melalui proses leasing.

Saat ini, Citilink sudah melayani 8 rute penerbangan harian dari Jakarta dan Surabaya ke Batam, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Medan, dan Makassar. Ref:art/Vivanews

WhatsAppShare