Cagub Jateng Hadi Prabowo (HP) Mengusahakan Formasi CPNS Tersendiri Bagi Guru

By gladwin | April 2, 2013
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2016, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

CPNS Guru Jateng – Bakal calon gubernur (cagub) Hadi Prabowo (HP) siap mengusulkan formasi tenaga kependidikan tidak menjadi satu kesatuan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, formasi CPNS untuk guru akan dilakukan secara terpisah. Hal ini diperjuangkan HP yang kini menjabat Sekda Jateng apabila kelak terpilih jadi gubernur periode 2013-2018.

Pernyataan ini diungkapkan cagub kelahiran Klaten usai bersilaturahmi dengan PD Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng di kantor PGRI, Jl Lontar, Semarang, Senin (1/4).

“Formasi CPNS untuk guru perlu dibuat sendiri dan tidak digabung dengan tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Ini untuk mengantisipasi banyaknya kekurangan guru di Jateng,” kata Hadi Prabowo menanggapi keluhan kekurangan guru yang disampaikan PGRI.

Silaturahmi ini sekaligus juga sebagai ajang sosialisasi bagi HP atas pencalonan sebagai gubernur. Program pendidikan yang hendak diusungnya ialah menjadikan sekolah swasta sebagai mitra dari sekolah negeri dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Peningkatan kualitas guru, beserta peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi program pendidikan HP-Don (HP-Don Murdono). Kami juga akan mempertajam kembali perencanaan pemanfaatan dana pendidikan 20 persen dari APBD Jateng, hal ini dilakukan secara sinergis antara provinsi dan kabupaten- kota agar bisa tepat sasaran,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Ketua PD PGRI Jateng Soebagyo Brotosejati menyampaikan berbagai permasalahan mulai dari kekurangan guru, sertifikasi, hingga tunjangan profesi. Menurut dia, kekurangan tenaga kependidikan ini terjadi karena guru yang pensiun di Jateng setiap bulannya mencapai antara 700- 800 orang. Kondisi demikian sudah terjadi dalam kurun waktu tiga tahunan, PGRI pun akhirnya merekrut guru wiyata bakti.

Semula memang terdapat larangan pengangkatan guru wiyata bakti, namun kini sudah tidak ada lagi. Terkait pilgub, PGRI akan bersikap netral. Namun, ketika harus memilih, gubernur pilihan anggota PGRI ialah yang peduli akan nasib pendidikan dan guru. Pihaknya menjelaskan, sosok Hadi Prabowo ini merupakan orang yang berpengalaman di birokrasi.

Cagub lain tentu juga memiliki kelebihan dan kekurangan. “Guru itu orangnya cerdas-cerdas, dari omongan seseorang akan bisa mengetahui apakah itu perhatian atau tidak. Guru ini meneng tapi punya persepsi dan pengertian,” jelasnya. Sumber :Suara Merdeka

WhatsAppShare