BUMN Jatim Menggelar Kesepakatan Mengelola Arus Pelayaran Barat Surabaya (APBS)

By gladwin | March 10, 2012
WhatsAppShare
HOT INFO !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Dapatkan Kisi Kisi Soal CAT CPNS, Info lengkap silakan --->> Klik Disini

Diperlukan sinergi untuk pengelolaan dan pengembangan Arus Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Untuk itu, BUMN dan BUMD sepakat untuk membentuk sebuah konsorsium (sindikasi) untuk mengelola APBS.

Perusahaan-perusahaan yang sepakat untuk membentuk konsorsium adalah PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Petrokimia Gresik (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), dan PT Jatim Graha Utama.

Kesepakatan itu tertuang dan ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Djarwo Surjanto, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik (Persero) Hidayat Nyakman, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Bintang Perbowo dan Direktur PT Jatim Graha Utama Erlangga Satriagung, di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Konsorsium ini dibentuk menyusul dilakukannya lelang proyek revitalisasi APBS oleh Kementerian Perhubungan. Sehingga dibentuklah perusahaan patungan (joint venture company) dengan komposisi kepemilikan saham PT Pelindo III (Persero) 55 persen, PT Petrokimia Gresik (Persero) 25 persen, PT Wijaya Karya (Persero) 10 persen, dan PT Jatim Grha Utama 10 persen.

Menurut Direktur Utama PT Pelindo III (Persero), Djarwo Surjanto menjelaskan mengenai pentingnya APBS dalam menunjang kelancaran arus kapal dan barang di Pelabuhan Tanjung Perak. Ia mengatakan, kapasitas alur yang ada saat ini sudah melebihi kapasitas sejak 2008 lalu. Pada 2007 tercatat ada 27 ribu gerakan kapal/tahun dan pada 2008 tercatat 31.798 gerakan kapal/tahun.

“Kondisi itulah dipandang perlu untuk mengembangkan APBS,” kata Djarwo, Jum’at (9/3/2012).

Pelabuhan Tanjung Perak sendiri memiliki rute pelayaran sebanyak 29 rute dari dan ke Pelabuhan Tanjung Perak lebih banyak dari rute yang dimiliki Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta yang hanya 20 rute pelayaran.

Ia menambahkan, PT Pelindo III (Persero) telah melakukan studi AMDAL pelebaran dan pendalaman APBS yang dilakukan oleh LPPM ITS pada 2010 lalu dan menelan biaya sekira Rp2 miliar.

“Untuk pelebaran dan pendalaman APBS sendiri diperkirakan akan menelan biaya sekira USD73,33 juta atau sekira Rp654,97 miliar,” jelasnya seraya menyebut penandatanganan MoU itu disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Ref:ade/okezone

WhatsAppShare