BUMN Inalum Akan Segera Terbentuk

By gladwin | November 18, 2012
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

BUMN Inalum – Pemerintah memastikan bahwa PT Inalum dipastikan akan menjadi milik Indonesia pascaputus kontrak dengan konsorsium Jepang, 2013 mendatang. Pemerintah sudah menyiapkan dana untuk pengambilalihan pabrik aluminium yang ada di Kabupaten Asahan, Sumut, itu sebesar Rp2 Triliun untuk tahun 2012, dan akan ditambah pada tahun 2013 sebesar Rp3 Triliun.

Hal tersebut diungkapkan oleh menteri negara Badan Usaha Milik Negara (BUMnB) Dahlan Iskan dalam kuliah umum “Membangun Etika Pejabat Bersih dari Korupsi” di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Umsu), kemarin (17/11).

“Ini sudah keputusan final, Inalum akan menjadi milik Indonesia. Walaupun rayuan Jepang sangat besar untuk dapat kembali mengurus Inalum dan minta agar kontrak diperpanjang lagi,” ujarnya.

Dijelaskannya, dengan berakhirnya kontrak ini, maka berbagai perjanjian juga tidak berlaku lagi. Seperti 70 persen hasil Inalum harus dikirim ke Jepang, dan lainnya. “Dengan kata lain, akan ada penghematan sekitar Rp40 Triliun pertahun. Karena devisa akan kembali,” lanjutnya.

Untuk pengoperasiannya, nantinya Perusahaan Terbuka ini akan mengambil Timah dari Bangka dan Belitung. Apalagi, saat ini PT Timah (salah satu BUMN) telah membeli tambang bauksit di Myanmar. “Bahan baku di proses dari Myanmar, selanjutnya akan dikirim ke Inalum,” lanjutnya.

Dan dalam perkembangannya, PT Inalum ini nantinya akan berubah menjadi BUMN. “Begini, PT Inalum akan diambil oleh negara. Negara akan menyerahkan ke BUMN, nah nantinya akan menjadi BUMN PT Inalum,” tambahnya.

Dahlan juga menyatakan, bahwa RI sudah siap untuk mengambil alih. “Dan saat ini, BUMN tidak lagi seperti dulu, yang hanya menjual. Tetapi sebaliknya, BUMN kini telah membeli berbagai perusahaan di luar. Seperti di Vietnam dan Myanmar,” tambahnya. (ram/jpnn)

WhatsAppShare