Banyak Perusahaan Berminat Membeli Saham Inalum

By gladwin | July 31, 2012
WhatsAppShare
BERITA PENTING !
Ujian CPNS akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Latihan Ujian CAT CPNS Wajib dipelajari untuk persiapan TES CPNS nanti.
Ikuti Tryout CAT CPNS 2017, Info lengkap silakan -->> Klik Disini

BUMN Inalum – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengungkap banyak perusahaan yang menyatakan minat untuk membeli saham PT Indonesia Asahan Alumunium Indonesia (Inalum).

“Perusahaan asal Jepang, India, perusahaan-perusahaan swasta Indonesia, dan tentunya BUMN Indonesia berminat membeli Inalum,” kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN bersama dengan Direksi PT Telekomunikasi Indonesia, di Gedung Telkom, Jakarta, Selasa (31/7).

Banyaknya perusahaan pesaing yang ingin masuk ke Inalum membuat BUMN harus mempersiapkan diri dari sisi kapasitas maupun kemampuan keuangan. Dahlan menjelaskan, konsep pembelian saham Inalum adalah terlebih dahulu diambil alih oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan dengan pendanaan yang sudah disetujui DPR.

“Kemudian siapa yang menawar dengan harga tertinggi, maka perusahaan tersebut berhak memiliki Inalum,” kata Dahlan.

Pemerintah pada berbagai kesempatan menyatakan siap mengambil alih pengelolaan Inalum pascaberakhirnya Master Agreement dengan pihak Nippon Asahan Aluminium (NAA) Jepang pada 2013. Untuk itu pemerintah Indonesia dan Jepang akan berunding mulai Agustus 2012 yang diharapkan hasilnya dapat diputuskan pada Oktober 2012.

Pemerintah telah mempersiapkan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang akan melakukan investasi pembelian saham Inalum dengan yang disiapkan sekitar Rp7 triliun. Adapun sumber dana diharapkan dari APBN. Sebanyak Rp2 triliun diambil dari APBN 2012 dan sisanya dari APBN 2013.

Berdasarkan perhitungan kewajiban yang harus dibayar pemerintah Indonesia untuk mengambil alih Inalum pascaberakhirnya kesepakatan pengelolaan Inalum oleh NAA adalah sebesar 762 juta dolar AS. Untuk pengembangan Inalum juga dibutuhkan anggaran sekitar 1,2-1,4 miliar dolar AS yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi aluminium dari 200.000 ton menjadi 410.000 ton.

Sebelumnya, Dahlan memberi masukan bahwa pemerintah juga bisa tidak melakukan lelang langsung, tetapi diserahkan kepada BUMN. “Terserah pemerintah. Tinggal pilih. Tapi mestinya keberpihakan pemerintah kepada perusahaan milik negara harus lebih besar,” ujarnya.

Dari sisi pendanaan, mantan Dirut PT PLN ini menambahkan BUMN akan selalu siap dengan konsorsium dengan pendanaan yang sangat luar biasa besar. Bahkan karena dapat mengkombinasikan modal perusahaan, dengan dana dari Forum Komunikasi Investasi (FKI), potensi yang dapat dihimpun sekitar Rp300 triliun.Ref:Ant/BEY/Metrotvnews

WhatsAppShare